Angkat Janji Pra Klinik ke-XXI Stikes Budi Luhur Kota Cimahi, Diikuti 203 Mahasiswa

CIMAHI– Sebanyak 203 mahasiswa Stikes Budi Luhur Kota Cimahi ikuti angkat janji pra klinik ke-XXI tahun akademik 2025/2026. Mereka terdiri dari, mahasiswa TKI pendidikan ners tahap sarjana, pendidikan bidan tahap sarjana, D III keperawatan, dan D III tiga kebidanan yang dilaksanakan di Technopark Cimahi pada Rabu 20 Mei 2026.

Kegiatan angkat janji pra klinik adalah rangkaian akademik yang wajib di laksanakan menjelang para mahasiswa akan melaksanakan praktek klinik yang pertama di lahan praktek, setelah di persiapkan dengan teori dan ujian praktek lab di Laboratorium Klinik STIKes Budi Luhur.

“Kegiatan pembekalan angkat janji pra klinik sebagai upaya membangun pondasi kecintaan terhadap profesi,” ujar Ketua Stikes Budi Luhur , Sri Wahyuni, S.Pd., M.Kes.,Ph.D dalam sambutannya.

Sri mengatakan, saat mahasiswa akan mengambil kompetensi di lahan praktek dan pada hakekatnya, mereka akan menjadi satu kesatuan dalam sebuah sistem pelayanan kesehatan yang di dalamnya terkandung pelaksanaan etika profesi dalam asuhan keperawatan dan kebidanan.

“Sehingga para mahasiswa perlu dikenalkan terhadap hak dan kewajiban sebagai pelaksana asuhan keperawatan dan kebidanan dalam melayani pasien di lahan praktek,” sebut Sri.

Proses acara tersebut ditandai dengan angkat janji pra klinik yang disaksikan pemuka agama dan organisasi profesi, baik PPNI maupun IBI, sebagai bukti para mahasiswa siap untuk melaksanakan praktek klinik sesuai ketentuan.

Mengusung tema “Smart Care for Better Opportunities: Developing Competent Nurses and Midwives for Upholding National Values and Global Excellence,” kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kita terutama para mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebagai calon perawat dan bidan yang kompeten, profesional, serta mampu bersaing sampai di tingkat global tanpa melupakan nilai-nilai luhur bangsa.

Terlebih lagi, kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, yang ditandai dengan dress code kami panitya dan undangan menjadi sebuah pengingat bahwa kemajuan bangsa lahir dari generasi yang memiliki ilmu, persatuan, dan tekad untuk terus maju.

“Semangat kebangkitan tersebut hendaknya menjadi inspirasi bagi para mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas diri, memberikan pelayanan terbaik, serta menjadi bagian dari kemajuan kesehatan Indonesia,” kata Sri.
Visi STIKes Budi Luhur Cimahi

Visi STIKes Budi Luhur Cimahi yaitu menjadi Perguruan tinggi yang Religius, Berbudi luhur dan Unggul di Tingkat Internasional tahun 2040. Untuk mencapainya, berupaya maksimal dengan menyiapkan beberapa strategi dalam pelayanan pendidikan, meliputi penjaminan mutu dalam berbagai bidang, pengembangan sarana prasarana, pengembangan kerjasama, baik nasional maupun internasional dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Alhamdulillah pada tahun ini pada tanggal 19 Juni nanti STIKes Budi Luhur akan mencapai usia ke 20 tahun, setelah bertransformasi dari SPK dan Akademi Keperawatan,” sebut Sri.

STIKes Budi Luhur terus memantapkan unggulannya, yaitu pemberdayaan lulusan ke luar negeri. Seperti diketahui, bahwa Indonesia memiliki bonus demografi, artinya jumlah usia produktif sangat berlimpah, sehingga menimbulkan persaingan di dunia kerja yang semakin ketat, di sisi lain dengan era digitalisasi dan globalisasi yang saat ini terjadi, dunia begitu terbuka, peluang-peluang kerja di luar negeri khususnya di bidang kesehatan begitu melimpah.

“Sejak 2007 pemberdayaan lulusan ke luar neger telah dirintis di STIKes Budi Luhur, alhamdulillah sampai bulan Mei ini kami telah menghantarkan alumni-alumni kita sejumlah 232 untuk bekerja ke berbagai negara seperti Jepang, Arab Saudi, Kuwait, Jerman, Turkey, Malaysia dan sebagainya,” kata Sri.

Program STIKes Budi Luhur

Guna lebih menguatkan lagi upaya institusi dalam meningkatkan program ini STIKes Budi Luhur mengembangkan organisasi dengan perubahan unit penunjang Laboratorium Bahasa menjadi Lembaga Balai Bahasa Budi Luhur (BL Language Center) yang akan menjadi wadah yang lebih luas dalam peningkatan kemampuan Bahasa internasional.

Selain itu, STIKes Budi Luhur terus meningkatkan sinergisitas dan koordinasi dengan pemerintah yaitu Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI)/BP2MI dengan melakukan MoU dan juga perjanjian kerjasama dengan Direktorat Jendral di bawahnya ditandai dengan peresmian “Budi Luhur Migrant Center guna menjamin program pemberdayaan alumni sesuai tujuan pemerintah yaitu “Migran Aman Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”.

“Ini menjadi bukti kampus berdampak bagi masyarakat terutama masyarakat Kota Cimahi. Insya Allah di hadapan para mahasiswa, orang tua dan stakeholder yang hadir di sini kita bersama-sama menyaksikan peresmiannya,” kata Sri.

Tingkatkan Mutu Pelayanan

Dalam pelayanan kepada mahasiswa, Stikes Budi Luhur terus melakukan penilaian yang berbasis survei kepuasan, baik dari mahasiswa, sesama staff, pimpinan dan kriteria khusus yang ditetapkan oleh Lembaga penjaminan Mutu.

“Pada semester ini kami berbangga dan menyampaikan apresiasi dengan banyaknya pergerakan prestasi mahasiswa, tenaga pendidik/dosen, pejabat struktural, staff dan penunjang. Insyaallah nanti akan diumumkan oleh para wakil ketua, mahasiswa berprestasi TK I terbaik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga penunjang terbaik,” pungkas Sri.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, S.H mengatakan, Stikes Budi Luhur telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mencetak tenaga kesehatan yang berkiprah di berbagai institusi pelayanan kesehatan, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.

“Ini adalah capaian yang patut diapresiasi dan dibanggakan,” ujar Wahyu.

Tantangan ke depan, kata Wahyu, tentu jauh lebih besar. Perguruan tinggi dituntut untuk mampu melahirkan lulusan yang collaborative, competitive, agile, adaptive, dan globally.

“Prosesi angkat janji praklinik memiliki makna yang sangat mendalam dan merupakan momentum transformasi dari proses pembelajaran teoritis menuju praktik profesional yang sesungguhnya,” tandas Wahyu.

Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia, Abri Danar Prabawa mengatakan, peresmian Migrant Center bukan hanya seremoni kelembagaan, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem penyiapan sumber daya manusia Indonesia yang siap bersaing di pasar kerja global.

“Di tengah dinamika ketenagakerjaan nasional dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja internasional, keberadaan Migrant Center menjadi sangat relevan dan penting,” sebutnya.

Saat ini, kata dia, Indonesia menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang cukup kompleks. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2026 mencapai sekitar 154,91 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,68 persen atau 3 sekitar 7,24 juta orang.

Penduduk bekerja tercatat sebanyak 147,67 juta orang. “Di sisi lain, kita juga menghadapi tantangan mismatch antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Bahkan, lulusan SMA dan SMK masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran yang relatif tinggi,” katanya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan pendidikan vokasi, pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, dan konektivitas dengan pasar kerja global menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Namun di balik tantangan tersebut, terdapat peluang besar yang harus kita optimalkan, yaitu pasar kerja luar negeri.

“Saat ini banyak negara maju menghadapi persoalan aging population, penurunan angka kelahiran, dan kekurangan tenaga kerja produktif, terutama pada sektor kesehatan, caregiver, hospitality, manufaktur, konstruksi, dan pertanian. Negara-negara seperti Taiwan, Jepang, Jerman, hingga beberapa negara di Eropa terus membuka kebutuhan tenaga kerja asing dalam jumlah besar,” katanya.

Pihaknya melihat potensi kolaborasi yang sangat besar antara Migrant Center STIKes Budi Luhur Cimahi dengan KP2MI/BP2MI, antara lain melalui:

  1. Penguatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi internasional, khususnya sektor kesehatan dan caregiver.
  2. Integrasi Migrant Center ke dalam ekosistem digital e-Vokasi KP2MI/BP2MI sebagai platform pemetaan lembaga vokasi dalam mempersiapkan kebutuhan pasar kerja luar negeri.
  3. Pelaksanaan sosialisasi migrasi aman dan penempatan prosedural bagi mahasiswa dan calon pekerja migran.
  4. Pengembangan kelas bahasa dan budaya kerja negara tujuan penempatan.
  5. Kolaborasi job matching dan konektivitas dengan peluang kerja luar negeri yang kredibel dan terlindungi.
  6. Penguatan riset, pengembangan kurikulum, dan penyiapan SDM kesehatan berstandar global.
  7. Pengembangan talent pool tenaga kesehatan Indonesia yang siap ditempatkan pada pasar kerja internasional. KP2MI/BP2MI sendiri saat ini tengah mendorong Program Prioritas Nasional Penyiapan 500.000 PMI Profesional. ***