Akses Jalan Kelurahan Pasanggrahan Terputus, Ini yang Dilakukan Walkot Farhan

SIYASAH.ID–Pemerintah Kota Bandung memastikan pembangunan kembali akses jalan yang menghubungkan RW 9 dan RW 10 Kelurahan Pasanggrahan dengan disertai reboisasi untuk mencegah longsor susulan dan memulihkan aktivitas warga, Minggu (11/1/2025).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan kepastian tersebut saat melakukan monitoring kewilayahan di Pasanggrahan sebagai respons atas terputusnya akses jalan sejak longsor tahun 2022.

Kerusakan jalan tersebut berdampak langsung pada mobilitas warga, khususnya akses menuju kawasan pertanian dan lahan sawah abadi di sekitar lokasi.

“Ini akibat longsor tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua sampai hari ini belum diperbaiki, jadi kita akan buatkan desain jalan yang benar,” ujar Farhan.

Ia menegaskan pembangunan tidak bisa dilakukan secara sederhana karena berisiko memicu longsor kembali jika tanpa penguatan struktur dan lingkungan.

Farhan menjelaskan aspek mitigasi bencana menjadi fokus utama agar jalan yang dibangun aman dan berkelanjutan.

“Bukan hanya bikin jalan, tapi harus ada jaminan tidak longsor lagi, jadi perlu penguatan,” jelasnya.

Salah satu solusi yang disiapkan adalah reboisasi di area rawan longsor, khususnya pada sisi barat yang menjadi titik pergerakan tanah.

Reboisasi dinilai mampu memperkuat lereng sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan sekitar permukiman dan lahan pertanian.

“Sisi barat yang longsor itu harus diperkuat dengan reboisasi,” ungkap Farhan.

Ia menambahkan pembangunan jalan akan mengintegrasikan fungsi konektivitas dan perlindungan lingkungan agar manfaatnya dirasakan jangka panjang.

Akses jalan yang pulih diharapkan mempermudah warga menuju kawasan pertanian, termasuk Sain Farm dan lahan sawah abadi, dengan tingkat keselamatan yang lebih baik. ***