Mantan Kabag Ekonomi Bandung Barat Jabat Kadis Pertanian Subang
Siyah.Id Deni Achmad Abdul Rahman mantan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Bandung Barat dilantik bersama tujuh Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II) hasil proses seleksi terbuka (open bidding) atau Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) di Amphitheater Alun-Alun Subang, Jumat (9/1/2026).
“Aamiin Htr nuhun sami2 Kan, semoga akang oge sehat sukses selalu di KBB Aamiin YRA🤲🙏,” ujarnya melalui pesan whatsApp kepada redaksi ragamdaerah.com, Sabtu 10 Januari 2026.
“Alhamdulillah….tos janten JPTP di daerah nu sanes👍,” ujar Avira Pensiunan Pejabat Bandung Barat.
“Nasib orang tidak ada yang tahu. Takdirna di Subang,” ujar Sekda Bandung Barat, Ade Zakir.
“Allhamdulilah” ujar Staf Ahli KBB, Meidi.
“Barakallah” ucap Kabag Organisasi, Rina Marlina.
Dikuti dari https://subang.pikiran-rakyat.com/, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, secara resmi melantik Pelantikan pejabat hasil Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.
Delapan pejabat baru yang menduduki posisi strategis tersebut antara lain Enang Supriatna (Sekwan DPRD), Andri Mulya Priatna (Kadis LH), Deni Achmad Abdul Rahman (Kadis Pertanian), Saeful Arifin (Kadis Sosial), Agung Nugroho (Kadis Perikanan), Ahmad Amin (Kadis PUPR), Filbert Gunadi (Kasatpoldamkar), serta Indratno Bayuaji (Kadis PKPP).
Dalam sambutannya Bupati Subang mengungkapkan bahwa proses seleksi selama dua bulan dilakukan tanpa intervensi pihak mana pun.
“Kepentingan saya hari ini adalah membawa Kabupaten Subang lebih baik lagi. Saya tidak pernah menitipkan siapa pun dari delapan orang ini. Bahkan ada tiga saudara saya yang ikut open bidding, tapi karena nilainya jelek, tidak saya titipkan dan tidak lolos,” tegas Kang Rey
Kang Rey menekankan bahwa jabatan yang diraih tanpa suap harus dibayar dengan dedikasi tinggi kepada masyarakat. Ia meminta para kepala dinas baru untuk tidak merasa tenang di zona nyaman, karena tantangan besar sudah menanti. “Jaga amanah ini. Menjadi kepala dinas itu gratis, tapi timbal baliknya harus memberi yang terbaik bagi masyarakat. Sogok saya dengan kinerja, bukan dengan uang,” ucapnya disambut antusiasme hadirin.
Tidak sekadar melantik, Bupati langsung menetapkan target kinerja yang ketat. Seluruh pejabat yang baru dilantik akan dievaluasi dalam kurun waktu enam bulan melalui Perjanjian Kinerja yang ditandatangani secara transparan. “Semua saya kasih target. Saya kasih waktu enam bulan untuk dievaluasi. Jika kinerjanya tidak maksimal, akan dipindahkan. Contohnya Dinas Lingkungan Hidup, kalau dalam enam bulan masalah sampah masih belum teratasi, kita ganti,” pungkasnya. ****
