Relokasi 34 KK Korban Longsor Cisarua Tunggu Kajian Geologi

BANDUNG BARAT– Pemerintah Kabupaten Bandung Barat saat ini tengah fokus merelokasi terhadap 34 kepala keluarga (KK) korban bencana longsor Cisarua.

Namun, titik relokasi bagi warga terdampak masih dalam pengkajian tim geologi. “Kita masih carikan beberapa alternatif dan sedang dalam pengkajian dari geologi,” sebut Jeje.

Masalah relokasi itu, sebut Jeje, tidak bisa sembarangan dilakukan begitu saja, dengan pertimbangan kontur tanah di kawasan Cisarua yang rawan bencana longsor.

“Warga sih inginnya masih di wilayah Desa Pasirlangu. Tapi kita tetap masih harus cek ke badan geologi, apakah aman untuk di tinggali atau tidak,” sebut Jeje.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat diminta bergerak cepat terkait relokasi 34 korban longsor di Cisarua. Hal tersebut diutarakan Ketua Komisi III DPRD KBB, Piter Juandys dalam kunjungan pengawasan ke lokasi bencana longsor di Posko Bencana Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, KBB, Senin 2 Febuari 2026

“Pemda Bandung Barat harus menyikapi secara cepat. Apakah relokasi menggunakan tanah desa atau tanah yang akan dibebaskan,” ujar Piter.

Liding sektor relokasi ada di Dinas Perumahan dan Pemukiman, Piter meminta segara titik lokasi relokasi korban longsor.

“Itu sesuai intruksi langsung Pak Bupati dan Pak Sekda jika relokasi harus disegerakan,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Relokasi korban longsor direncanakan akan dibangun sebanyak 50 rumah dengan type 36 x60 m2.

“Sudah tiga desa yang dipantau Disperkim untuk relokasi, namun harus dikaji terlebih dahulu baru ditetapkan oleh bupati,” sebut Piter.

Tanah yang akan dipakai relokasi adalah tanah warga dan tanah carik desa yakni di daerah Desa Tugumukti dan dua di tanah carik Desa Pasirlangu. “Berapa anggaran relokasi per rumah belum tahu. Kita hanya mendorong untuk segera mencarikan lokasinya,” pungkas Piter. ****