Darurat Eceng Gondok dan Sampah, Nyamuk Serang Warga Rancapanggung
BANDUNG BARAT– Nyamuk berasal dari sampah dan enceng gondok, menyerang Warga Kampung Boncerat, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kondisi tersebut sudah sejak tiga bulan terakhir ini. “Nyamuk-nyamuk tersebut sudah bikin warga reseh karena munculnya tidak hanya malam hari tapi pagi bahkan siang hari,” ujar Anggota DPRD KBB Fraksi Gerindra KBB, Apendi, Selasa 12 Mei 2026.
Warga terpaksa membakar obat nyamuk juga obat nyamuk jenis lition hiingga obat nyamuk listrik. “Keadannya sudah sangat parah, khawatir akan menimbulkan penyakit,” tutur dewan dapil Cililin ini.
Menurut Ape–panggilan akrabnya, eceng gondok hampir menutupi di bantaran Waduk Saguling, di tambah sampah-sampah yang menumpuk karena tersangkut oleh eceng gondok yang populasinya sangat cepat.
“Saya mengimbau agar warga jangan mendekat area yang banyak nyamuk,” pesannya.
Hama eceng gondok ini nampak sulit dibrantas perlu kerjasama Pemda Bandung Barat, Indonesia Power, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga Pemerintah Pusat karena pupulasinya mencapai hektaran di sepanjang bantaran Waduk Saguling.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ibrahim Ajie menyebutkan, masalah penanganan eceng gondok yang sudah menjalar di sepanjang bantaran Waduk Saguling, perlu kerjasama semua pihak. “Kalau armada kami siap, itu pun terbatas, dan lagian sampah eceng gondok yang berupa organik tidak bisa di buang ke TPA Sarimukti,” sebut Ibrahim.
Permasalahan tersebut juga, kata Ibrahim, pihak Indonesia Power yang seharusnya menjadi pelopor penggerak membasmi hama eceng gondok. “Kemarin sampah kita bersihkan besoknya sudah menumpuk karena harusnya dibasmi juga dengan eceng gondoknya,” ungkapnya. ***
