APBD KBB 2025 Diarahkan untuk Penguatan Fiskal Program Prioritas Daerah
BANDUNG BARAT– Pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2025 diarahkan pada penguatan fiskal yang akuntabel guna mendukung program prioritas daerah.
Total pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp 3,39 triliun rupiah atau 98,58 persen dari target Rp 3,44 triliun, dengan rincian pendapatan asli daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp981,43 miliar, pendapatan transfer terealisasi sebesar Rp2,41 triliun rupiah, dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar 0,00 rupiah.
Total belanja daerah terealisasi sebesar Rp3,27 triliun atau 92,77 persen dari anggaran Rp 3,52 triliun yang terdiri dari belanja operasi terealisasi sebesar Rp2,48 triliun untuk gaji, tunjangan, belanja barang dan jasa, serta dukungan operasional penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik belanja modal terealisasi sebesar Rp301,42 miliar.
“Adapun belanja transfer terealisasi sebesar Rp490,19 miliar yang terdiri dari belanja bagi hasil sebesar Rp75,18 miliar dan belanja bantuan keuangan kepada desa sebesar Rp415,00 miliar,” ujar Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail dalam sambutan pada paripurna laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bandung Barat tahun anggaran 2025, Rabu 4 Maret 2026.
Anggaran tahun 2025 mencatat surplus sebesar Rp127,39 miliar rupiah, yang mencerminkan pengelolaan fiskal yang terkendali dan menjaga stabilitas postur keuangan daerah.
“Terkait pembiayaan daerah, penerimaan yang bersumber dari sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun 2024 hasil audit BPK RI sebesar Rp78,23 miliar rupiah telah terealisasi 100 persen,” pungkas Jeje. ***
