APBD KBB Surplus Rp125 Miliar Tapi Masih Banyak Program Prioritas Tidak Berjalan

BANDUNG BARAT–Direktur West Bandung Governancr Watch, Alit Mujiburahman mengatakan lucu, ketika terjadi surplus Rp125 miliar APBD 2025, namun di sisi lain, masih banyak program prioritas tidak berjalan.

“Apakah ini bukti nyata program perencanaan pemerintah tidak serius atau akan gagal?,” tanya Kang Alit–sapaan akrabnya, Jumat 10 April 2026.

Menurutnya, setiap tahun, APBD KBB selalu dihadapkan dengan kondisi difisit anggaran, namun belanja terus dinaikan. “Jadi menurut hemat saya, itu kebijakan yang tidak sehat. Apa dasar rasionalnya? Atau ini bentuk pemborosan yang dibentuk kebijkan,” ungkapnya.


Jangan sampai, kata Kang Alit, surplus anggaran yang kerap dibanggakan oleh Pemda Bandung Barat adalah uang rakyat yang tidak digunakan, sementara kebutuhan masyarakat terbengkalai.

“Tidak usah kaget ketika ada suprlus, itu istilah dalam laporan keuangan, yang penting berapa banyak prosentase program berpihak kepada masyarakat yang terealisasi, kalau indikator kemiskinan masih tinggi, jangan alergi dikritik, para pejabat dan legislatif sibuk dengan belanja dan honor rutin, agar biaya terserap. Pelayanan dasar masuh banyak kendala artinya Bupati masih belum bisa berkomunikasi efektif dengan masyarakat,” pungkasnya. ***