Delman dan Angkot di KBB Dilarang Oprasional Selama Mudik Lebaran, Dishub Berikan Kompensasi
BANDUNG BARAT– Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, Pemerintah Bandung Barat memutuskan menghentikan operasional angkutan umum (Angkot) dan delman. Hal ini dilakukan guna memberi kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik dan libur Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat, Mochammad Ridwan Evi, mengungkapkan ada sebanyak 10 pemilik delman di wilayah Padalarang menerima kompensasi karena berhenti operasi.
“Mereka diminta untuk tidak beroperasi selama 7 hari mulai tanggal 18 Maret. Jadi mereka diberikan kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari. Nah jadi totalnya 1,4 juta. Itu sebagai upaya mendukung kelancaran arus kendaraan,” terang Ridwan saat dikonfirmasi.
Ridwan mengatakan kusir delman yang diberhentikan dan diberi kompensasi merupakan angkutan tradisional jurusan Pasar Tagog-Babakanloa Permai (Baloper). Sebetulnya, Dishub telah membuat rambu pelarangan delman yakni hanya bisa beroperasi sampai Purabaya untuk memecah kepadatan Jalan Raya Padalarang. Namun, mereka kerap mengambil penumpang dari Pasar Tagog.
“Kita sudah berikan edukasi kepada para delman mengikuti arahan untuk sama-sama menjaga momen Lebaran ini agar lalu lintas di sekitar Padalarang bisa lebih lancar dan tidak terganggu karena adanya delman. Ini merupakan amanat dari Pemprov Jabar,” papar Ridwan.
Selain penghentian delman, pemerintah juga menghentikan 3 trayek Angkot di kawasan Lembang sebagai upaya melancarkan lalu lintas liburan. Jumlah angkot yang diberi kompensasi penghentian operasi sebanyak 259 orang terdiri dari 3 trayek Cisarua-Lembang, Lembang-Cikole, Maribaya-Cibodas.
“Jadi yang diberikan kompensasi angkot itu meliputi pemilik sama sopiri. Totalnya ada 259 orang, terdiri dari 190 pengemudi dan 69 pemilik. Mereka masing-masing mendapat kompensasi sebesar Rp1 juta,” papar Ridwan.
Sementara itu, Iyan Sopiansyah (34), kusir delman di Padalarang mengaku siap berhenti operasi selama arus mudik 2026 berlangsung. Langkah ini sebagai dukungan bagi pemerintah dan melancarkan arus lalu lintas.
“Kita sudah terima kompensasinya. Saya dukung, agar lalu lintas lancar. Meski sebenarnya kalau narik untungnya bisa lebih dari 200 ribu,” tandasnya. ***
