Dituntut Pekerjaan, Kesejahteraan Nakes RSUD Cililin Perlu Mendapat Perhatian Juga

BANDUNG BARAT– Wakil Ketua Komisi IV DPRD KBB Fraksi Gerindra, Mu’min Darjatuloh angkat bicara terkait Inspeksi mendadak (sidak) Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail terhadap pelayanan RSUD Cililin.

Jeje melakukan sidak, setelah muncul keluhan masyarakat terkait dugaan pasien yang lama tidak mendapat penanganan di instalasi gawat darurat (IGD) di RSUD Cililin.

Jeje memastikan, pelayanan terhadap masyarakat berjalan dengan baik. Dalam sidak itu juga, Jeje menemukan sejumlah persoalan, mulai dari pasien yang masih menunggu lama, pelayanan yang dinilai kurang ramah, dan kedisiplinan pegawai.

Menurut Mu’min, apa yang disampaikan Bupati Bandung Barat terkait pelayanan di RSUD Cililin, patut menjadi bahan evaluasi bersama. Namun di sisi lain, perlu juga dipahami, bahwa kualitas pelayanan tidak bisa terlepas dari kondisi tenaga kesehatannya.

“Saat ini sebagian besar sumber daya manusia di RSUD Cililin berstatus PPPK Paruh Waktu, bahkan banyak yang mengalami penurunan penghasilan setelah perubahan status,” ujar Kang Aji sapaan akrab Mu’min kepada redaksi, Rabu 20 Mei 2026.

Di tengah tuntutan pelayanan yang semakin tinggi, kesejahteraan tenaga kesehatan juga harus menjadi perhatian. “Karena pelayanan yang baik lahir dari sistem yang baik, manajemen yang baik, dan SDM yang dihargai dengan baik,” sebutnya.

Di satu sisi, tuntutan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus meningkat, namun di sisi lain para pelayan kesehatan justru masih kurang mendapatkan perhatian yang layak.

Saat ini, sekitar 80% SDM di RSUD Cililin berstatus PPPK Paruh Waktu. Ironisnya, setelah perubahan status tersebut, penghasilan tenaga kesehatan justru mengalami penurunan, dari sebelumnya sekitar Rp2,5 juta menjadi Rp2 juta.

Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi semangat kerja, kesejahteraan, dan kestabilan para nakes yang setiap hari berada di garis depan pelayanan masyarakat.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan. Karena bagaimana mungkin pelayanan bisa terus ditingkatkan, jika para pelayannya sendiri merasa belum diperhatikan secara adil dan layak,” kata Kang Aji.

Nakes bukan hanya dituntut profesional, tetapi juga membutuhkan kepastian dan penghargaan atas pengabdiannya. Semoga ada solusi terbaik demi pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi dan berkualitas di RSUD Cililin,” tambah dewan asal dapil V ini. ***