Dua Siswi SDN Karya Bakti Jadi Korban Longsoran Pasir Langu
BANDUNG BARAT– Dua siswa kelas 6 SDN Karya Bakti menjadi korban ganasnya longsoran tanah yang menerjang Pasir Kuda Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
“Menurut informasi dua orang yakni siswi kelas enam SDN Karya Bakti,” ujar Kepala Dinas Pendidikan KBB, Asep Dendih ditemui di lokasi bencana, Selasa 27 Januari 2026.
Menurutnya, keluarga korban sudah mendapat kunjungan sekalgus santunan dari Kementrian, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat juga Dinas Pendidikan KBB.
Sementara, tiga sekolah di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terdampak longsor yang terjadi pada Sabtu 24 Januari 2026. Adalah SDN Pasir Langu, Karya Bakti, dan Cinta Bakti.
Kendati begitu, Dinas Pendidikan memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu.
“Dari mulai hari Senin saya sudah memberikan arahan kepada kepala sekolah dan guru agar proses belajar mengajar tidak terganggu karena memakai sistem daring,” ujarnya.
Sistem daring diakui, Asep Dendi, sudah berpengalaman saat Covid-19. Saat ini tiga sekolah tersebut digunakan untuk posko pengusian korban longsor.
“Posko tersebut merupakan tingkat kepedulian dari teman-teman guru, kepala sekolah, serta juga anak-anak. Saya yakin, itu tidak terganggu, dan untuk proses belajar mengajar terus berjalan,” tuturnya.
Pihak terus berkoordinasi dengan BPBD juga dengan tim penanggulangan bencana untuk waktu proses daring tersebut.
“Nanti akan ada informasi khusus setelah dinyatakan bahwa ini tuh sudah dalam keadaan aman untuk pengamanan yang terdampak bencana itu sendiri,” sebutnya.
Untuk kegiatan anak-anak yang khusus berada di tempat pengungsi, Disdik sudah berkoordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KBB juga dengan kementerian, agar diadakan pembelajaran trauma healing. “Jadi ada pembelajaran khusus nanti diberi edukasi dengan teman-teman dari DP2KBP3A,” sebutnya.
Tentunya ini juga sangat berdampak bagi para tenaga pengajar ataupun guru di tiga sekolah ataupun juga di tempat lainnya. Bagaimana instruksi untuk tenaga pengajarnya?
Asep Dendih menyebutkan, untuk tenaga pengajar di sekolah tidak terlalu terdampak, tapi mengalami traumanya luar biasa. “Jadi, trauma healing bukan hanya dilakukan saja untuk siswa tapi memberikan edukasi bagaimana supaya pengajar tambah menghadapi bencananya yang luar biasa ini,” sebutnya.
Berapa jumlah siswa dan murid yang terdampak longsor? Asep Dendih menyebutkan, secara rinci kurang lebih sekitar 280 orang dari tiga sekolah tersebut.
“Kalau SMP kan tidak terdampak karena jauh dari lokasi bencana. Jadi, untuk SMP itu belajar seperti biasa,” pungkasnya. **
