Ekonomi Masyarakat Lagi Seret Musim Lebaran Tahun ini, Produksi Ketupat Matang di Cihampelas KBB Menurun

CIHAMPELAS BANDUNG BARAT — Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 melalui sidang isbat jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026, disambut penuh harapan oleh para pelaku usaha mikro, khususnya penjual cangkang ketupat musiman yang menggantungkan rezekinya pada momen besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Caption: Salah satu usaha ketupat matang di Kecamatan Cihampelas KBB. Ft ist

Salah satu pelaku usaha, Ibu Ai. Warga CIhampelas ini mengungkapkan, bahwa kepastian tanggal Lebaran menjadi momentum penting bagi kelangsungan usaha mereka. “Pengumuman sidang isbat sangat berarti bagi kami dan para karyawan. Ini jadi penentu kapan kami mulai produksi,” ujarnya.


Usaha cangkang ketupat yang dijalankan Ibu Ai memang bersifat tahunan, dengan masa produksi yang sangat singkat, biasanya hanya berlangsung selama dua hari menjelang Lebaran, yaitu H-2 hingga H-1. Dalam waktu singkat tersebut, mereka harus memaksimalkan produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


Namun, kondisi saat ini tidak lagi seperti dulu. Menurut Ibu Ai, meningkatnya jumlah kompetitor serta menurunnya daya beli masyarakat berdampak langsung pada jumlah produksi. “Sekarang, khusus untuk ketupat isi atau ketupat matang, kami hanya mampu memproduksi sekitar 3.000 sampai 4.000 pcs,” jelasnya.


Padahal, di masa-masa ramai sebelumnya, produksi bisa mencapai angka yang jauh lebih tinggi. “Dulu, saat permintaan sedang tinggi, kami bisa menjual hingga 4.000 bahkan sampai 8.000 pcs cangkang ketupat. Untuk sekali produksi, kebutuhan beras di masyarakat sekitar bisa mencapai 4 kwintal,” tambahnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, para pelaku UMKM tetap berharap momentum Lebaran tahun ini dapat membawa peningkatan penjualan dan menghidupkan kembali geliat usaha tradisional yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat turun temurun. ***