Gumilar Sampaikan Empat Amanat Penting Diacara Halal Bihalal DPC PKS Batujajar
BATUJAJAR — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan DPC PKS Batujajar, baru-baru ini. Acara ini tak sekadar menjadi ajang temu kangen pascaRamadan, tetapi juga ruang refleksi spiritual dan penguatan komitmen sosial di tengah masyarakat.
Mengusung semangat hadits riwayat Al-Bukhari, “Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun, hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia)”, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya saling memaafkan sebelum terlambat.
Kegiatan berlangsung meriah dengan rangkaian acara seperti senam KSN, bazaar UMKM, pembagian doorprize, hingga makan bersama (botram) yang memperkuat nuansa kekeluargaan. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan DPD PKS Kabupaten Bandung, Gumilar, S.IP., serta jajaran pengurus DPD PKS KBB.
Dalam sambutannya, Gumilar menyampaikan empat amanat penting sebagai arah gerak kader ke depan, menguatkan satu sama lain, bukan saling melemahkan. Mengembangkan dakwah melalui pembentukan grup UPA (Unit Pembinaan Anggota) di setiap desa.
Memperluas jejaring sosial dengan seluruh elemen masyarakat.
Menjaga semangat khidmatul ummah, yaitu terus melayani masyarakat meski dalam keterbatasan. Secara pribadi, ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh hadirin. “Jika ada janji yang belum tertunaikan, mohon dimaafkan. Jika ada utang-piutang, silakan ditagih. Dan jika pernah berbuat zhalim, saya memohon keikhlasan untuk dimaafkan,” ujarnya dengan tulus.
Sementara itu, Ketua DPC PKS Batujajar, Ade Aziz Sujudi, S.Pt., menegaskan bahwa Halal Bihalal merupakan momentum emas untuk menyucikan hati, baik dalam hubungan dengan Allah (hablum minallah) maupun dengan sesama manusia (hablum minannas).
“Ini saatnya kita membersihkan ‘karat-karat’ dosa dan merapikan kembali benang kusut dalam hubungan antarmanusia yang sering terikat oleh ego dan kesalahpahaman,” ungkapnya. Ia menambahkan, memaafkan bukan berarti melupakan, tetapi membebaskan diri dari beban luka yang tak perlu dibawa.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausyiah dari Ustadz Abi Ihsan yang menekankan pentingnya keikhlasan dalam memaafkan. Ia menjelaskan bahwa silaturahmi dan saling memaafkan tidak hanya memperbaiki hubungan sosial, tetapi juga mendatangkan ridha Allah SWT serta menggugurkan dosa.
“Siapa yang memudahkan urusan saudaranya, maka Allah akan memudahkan urusannya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa silaturahmi menjadi salah satu kunci terbukanya pintu rezeki dan keberkahan hidup, yang tidak hanya berbentuk materi, tetapi juga kesehatan, kebahagiaan, dan ketenangan batin.
Dalam pesannya, Ustadz Abi Ihsan mengajak seluruh peserta menjadikan Halal Bihalal sebagai komitmen berkelanjutan, bukan sekadar tradisi tahunan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga, saling menghargai pasangan, serta menumbuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ditutup dengan doa bersama dan makan botram, di mana setiap peserta membawa hidangan dari rumah masing-masing. Momen ini menjadi simbol kebersamaan yang sederhana namun sarat makna: berbagi, memaafkan, dan menguatkan satu sama lain dalam harmoni. ***
