Jeje Sandang Gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan
BANDUNG BARAT– Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menjadi satu dari 1.810 wisudawan yang dikukuhkan pada prosesi wisuda Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) dari total 2.100 lulusan yang telah dinyatakan lulus secara akademis melalui yudisium, Rabu (15/4/2026).
Orang nomor satu di KBB ini resmi menyandang gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (SIP) setelah menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unjani. Ia mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus menimba ilmu.
“Alhamdulillah hari ini saya diwisuda dengan meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan. Bagi saya, sekalipun sudah tidak muda lagi, namun umur tidak menjadi penghalang untuk terus belajar,” ujar Jeje usai prosesi wisuda, didampingi sang istri, Syahnaz Sadiqah.
Ia mengakui bahwa menyelesaikan pendidikan di tengah kesibukan sebagai kepala daerah bukanlah hal mudah. Jeje harus menyesuaikan jadwal perkuliahan, yang sebagian besar dilakukan secara daring, dengan agenda pemerintahan yang padat.
“Insya Allah dengan ilmu yang didapat selama kuliah di Unjani, bisa diimplementasikan untuk menjalankan roda pemerintahan,” tambahnya.
Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si., mengatakan keberhasilan para lulusan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), termasuk pejabat publik dan atlet profesional, menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan adaptif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya keberagaman latar belakang mahasiswa menunjukkan bahwa Unjani semakin dikenal dan dipercaya oleh berbagai kalangan, tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga para profesional dan figur publik.
Hal ini menunjukkan bahwa Unjani telah dikenal luas oleh berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga para pejabat dan kalangan profesional,” ujar Agus.
Ia menegaskan, pihak kampus berkomitmen untuk terus memfasilitasi semua komponen masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Salah satu kunci keberhasilan mahasiswa dengan jadwal padat, seperti pejabat dan atlet, adalah penerapan sistem perkuliahan hybrid yang fleksibel.
Menurut Agus, metode tersebut menggabungkan pembelajaran daring (online) dan luring (offline), sehingga memungkinkan mahasiswa tetap menjalankan tugas utama mereka tanpa mengabaikan pendidikan.
“Melalui sistem hybrid, mahasiswa dapat mengikuti kuliah daring setiap pekan dan hanya diwajibkan hadir di kampus sebulan sekali untuk praktik, simulasi, serta ujian. Pola ini memberi ruang bagi mereka untuk tetap menjalankan tanggung jawab profesional tanpa mengabaikan pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa meskipun berstatus sebagai publik figur, para pejabat dan atlet tidak mendapatkan perlakuan khusus dalam proses akademik. Mereka tetap menjalani seluruh tahapan pendidikan, mulai dari seminar proposal hingga sidang skripsi atau tesis, sebagaimana mahasiswa lainnya.
“Tidak ada keistimewaan. Mereka hadir, mengikuti ujian, dan berproses sama seperti mahasiswa biasa,” tegasnya.
Agus juga mengungkapkan bahwa program studi yang paling diminati oleh kalangan pejabat dan atlet berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), khususnya Jurusan Ilmu Pemerintahan dan Hubungan Internasional. Selain itu, minat tinggi juga terlihat pada program Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen.
“Pada sesi pertama ini memang didominasi FISIP, namun untuk sesi berikutnya juga akan ada wisudawan dari fakultas ekonomi dan manajemen yang juga diikuti oleh pejabat dan atlet,” paparnya.
Untuk memastikan lulusan siap bersaing di dunia kerja, Unjani juga rutin mengadakan pembekalan karier (career development) menjelang wisuda. Program ini mencakup pelatihan soft skill serta menghadirkan narasumber kompeten dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Kami ingin lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Target kami, lulusan dapat terserap di dunia kerja dalam waktu maksimal tiga hingga empat bulan setelah kelulusan,” tandasnya.**
