Ketua Komisi IV DPRD KBB Perjuangkan 95.238 Pekerja Rentan, Masuk BPJS Ketenagakerjaan Dicover Pemda Bandung Barat
BANDUNG BARAT– Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Nur Djulaeha menggandeng mitra kerja BPJS Ketenagakarjaan Kabupaten Bandung Barat untuk sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan.
Acara berjudul “Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah” berlangsung di Aula Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, KBB, Rabu 28 Januari 2026.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan KBB, Rosita mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan menjalankan lima program yaitu, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan kehilangan pekerjaan, dan jaminan pensiun.
“Untuk diketahui bersama bahwa Pemda Kabupaten Bandung barat telah memberikan perlindungan ketenagakerjaan kepada kami sampai dengan tahun 2005 itu ada 1.918 non ASN,” ujar Rosita.
Sedangkan tenaga kesehatan ada 952. Perangkat desa RT RW termasuk PKK totalnya ada 28.758. Selain itu, satlinmas di lima desa sudah tercover sebanyak 3.884, kemudian 657 petani tembakau sudah dianggarkan dari dana bagi hasil cukai tembakau.
“Yang terakhir adalah pekerjaan rentan yang sedang diperjuangkan oleh komisi IV sebanyak 95.238. Jadi Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat ini cukup konsen dalam hal memberikan jaminan sosial,” sebut Rosita.
Ketua Komisi IV DPRD KBB Nur Djulaeha menyebutkan, sudah menjadi kewajiban dirinya untuk memperjuangkan yang menjadi hak masyarakat termasuk soal PBJS Ketenagakerjaan. “Makanya kami menggandeng BPJS Ketengakerjaan sebagai mitra kerja untuk mensosialisasikan manfaat yang di dapat, dan saya tengah menperjuangkan itu,” sebut Nur.
Nur mengatakan, untuk memperjuangkan masalah tersebut perlu diperkuat dengan Perda Jaminan Penyelengaraan Ketenagakerjaan. “Masalah itu sedang kami bawa dalam pansus agar dibuatken Perda Ketenagakerjaan,” sebut Nur.
Masalah itu pun, Politisi PKS ini mengakui, masih banyak pekerja rentan seperti ojol, guru ngaji, DLM, sopir angkot dll, masih banyak belum masuk jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Jadi saya minta kepada Pak RW untuk mendata calon peserta,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut penyerahan santunan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan perusahaan juga BPJS Ketenagakerjaan mandiri dan rentan setelah ada sesi tanya jawab. ***
