Pemkab Bandung Resmikan Jembatan Hijau Cijeruk–Mekarsari, Akses Vital Bojongsoang–Baleendah Kembali Terbuka
Pemerintah Kabupaten Bandung resmi mengoperasikan jembatan permanen yang menghubungkan Kampung Cijeruk, Kecamatan Bojongsoang, dengan Kampung Mekarsari, Kecamatan Baleendah. Jembatan yang kini dikenal dengan nama Jembatan Hijau Cijeruk tersebut menggantikan jembatan nonpermanen hasil swadaya warga yang sebelumnya sempat viral di media sosial akibat mengalami kerusakan berulang hingga ambruk.
Peresmian jembatan dilakukan langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna pada Jumat (9/1/2026). Pembangunan infrastruktur ini menjadi prioritas mendesak setelah jembatan lama tercatat dua kali mengalami kerusakan parah, masing-masing pada 11 September 2024 dan 23 Mei 2025.
Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS menjelaskan, pembangunan Jembatan Hijau merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat di perbatasan Kecamatan Bojongsoang dan Baleendah. Selama ini, akses penghubung kedua wilayah tersebut hanya mengandalkan jembatan nonpermanen yang dibangun secara swadaya oleh warga.
“Kami melihat urgensi kebutuhan masyarakat sangat tinggi. Mobilitas antara Baleendah dan Bojongsoang padat, terutama saat musim banjir. Jalur ini menjadi akses alternatif yang sangat vital bagi aktivitas dan transportasi warga,” ujar Kang DS.
Untuk mempercepat realisasi pembangunan, Pemkab Bandung melakukan pergeseran anggaran melalui APBD Perubahan Tahun 2025 dengan total alokasi sebesar Rp6,7 miliar. Pembangunan jembatan dimulai pada akhir Agustus 2025 dan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan.
Jembatan Hijau memiliki panjang sekitar 60 meter dengan lebar 2,7 meter hingga 3,3 meter, serta diperuntukkan khusus bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Meski secara teknis memungkinkan dilalui kendaraan roda empat, Bupati Dadang menegaskan bahwa pembatas akan dipasang di tengah jembatan demi menjaga keselamatan dan daya tahan konstruksi.
“Saya sudah meminta Dinas Perhubungan untuk memasang penghalang agar kendaraan roda empat tidak memaksa melintas. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Kang DS secara resmi membuka jembatan tersebut dengan mengucapkan basmalah. Ia menyampaikan bahwa Jembatan Hijau tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga diharapkan menjadi ikon baru sekaligus destinasi wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Semoga Jembatan Hijau ini memberi manfaat besar bagi masyarakat. Selain mendukung mobilitas, jembatan ini juga bisa menjadi ikon dan tempat wisata yang menarik, cocok untuk berswafoto,” ujarnya.
Penamaan “Jembatan Hijau” disebut sebagai simbol komitmen Pemkab Bandung terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Sebelum prosesi gunting pita, Kang DS juga memotong tumpeng berwarna hijau sebagai bagian dari rangkaian peresmian.
Peresmian jembatan disambut antusias oleh ratusan warga dari kedua kecamatan yang hadir. Mereka menyampaikan rasa syukur atas dibukanya kembali akses penting yang diharapkan mampu memulihkan dan meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat.
Turut hadir dalam acara tersebut Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung Tarya Witarsa, jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), tokoh masyarakat, serta ribuan warga Bojongsoang dan Baleendah.
Sementara itu, Pemkab Bandung menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur penghubung antarkecamatan. Pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk pembangunan tiga jembatan baru. Proses lelang proyek direncanakan dimulai dalam waktu dekat agar pelaksanaan fisik dapat segera berjalan.
“Fokus pembangunan tetap diarahkan pada jembatan-jembatan yang berdampak besar terhadap konektivitas dan produktivitas masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkas Kang DS.
