Perkuat Pelayanan Masyarakat, Bupati Jeje Alokasikan Anggaran Rp16 Miliar Tambahan Insentif RT & RW

BANDUNG BARAT– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk tambahan insentif bagi 9.217 Ketua RT dan 2.448 Ketua RW di 16 kecamatan dan 165 desa.

Insentif RT/RW untuk periode triwulan 1, sampai dengan hari ini tanggal 25 Mei baru terealisasi dua kecamatan untuk 11 desa, dengan total RT 188 petugas dan RT 650 petugas, total realisasi Rp 307.800.000.00,-

Sisanya akan segera di realisasikan setelah persyaratan salurnya telah di lengkapi.
Kecamatan Gunung Halu sudah semua 9 desa, Kecamatan Cihampelas baru 2 desa.

Program tersebut disebut sebagai bentuk komitmen Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dalam memperkuat pelayanan masyarakat dan kesejahteraan lembaga kemasyarakatan desa.

Tambahan insentif tersebut diserahkan secara simbolis di Ballroom Gedung B Pemkab Bandung Barat, Senin (24/5). Setiap Ketua RT akan menerima insentif Rp300 ribu per triwulan, sementara Ketua RW memperoleh Rp600 ribu per triwulan, sebelum dipotong pajak.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menegaskan, RT dan RW memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan RT dan RW menjadi elemen penting dalam menjaga kondusivitas lingkungan sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan daerah.

“RT dan RW merupakan garda terdepan pemerintah di tengah masyarakat. Mereka yang paling memahami kondisi warga dan menjadi penghubung utama antara pemerintah dengan masyarakat,” ujar Jeje.

Ia mengatakan, berbagai persoalan sosial, pelayanan administrasi, keamanan lingkungan, hingga budaya gotong royong tidak lepas dari peran aktif para pengurus lingkungan tersebut.

Karena itu, kata Jeje, penyaluran tambahan insentif ini menjadi bentuk perhatian dan penghargaan Pemkab Bandung Barat kepada para Ketua RT dan RW yang selama ini mengabdikan tenaga, waktu, serta pikirannya untuk melayani masyarakat.

Jeje menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari implementasi visi Bandung Barat Amanah, khususnya melalui program “Amanah Ngawangun Bandung Barat” yang berfokus pada penguatan kelembagaan dan peningkatan kesejahteraan aparatur desa serta lembaga kemasyarakatan desa.

Selain itu, kebijakan tersebut juga masuk dalam 32 program prioritas Pemkab Bandung Barat melalui peningkatan kesejahteraan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).

“Kami menyadari RT dan RW memiliki kontribusi besar dalam membantu pemerintah daerah. Karena itu kesejahteraan para pengurus lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Ia berharap tambahan insentif tersebut dapat menjadi motivasi bagi para Ketua RT dan RW untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat kebersamaan, menjaga kerukunan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Jeje juga mengajak seluruh RT dan RW untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan, memperkuat pendataan masyarakat, menjaga stabilitas sosial, hingga menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.

“Mari bersama-sama mewujudkan Kabupaten Bandung Barat yang lebih maju, agamis, nyaman, aspiratif, dan harmonis sesuai cita-cita Bandung Barat Amanah,” tandasnya. ***