Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pembangunan IKN Saat Kunjungan Resmi Pertama

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen pemerintah terhadap proyek pembangunan ibu kota baru Nusantara, dalam kunjungan resminya yang pertama ke lokasi ibu kota pada Senin (12 Jan 2026). Kunjungan ini menandai momentum penting bagi kelanjutan proyek yang sejatinya diwariskan oleh presiden sebelumnya, Joko Widodo.

Prabowo melakukan kunjungan kerja dan menginap selama dua hari di Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur, termasuk meninjau langsung pembangunan infrastruktur penting seperti kompleks legislatif dan yudikatif, serta fasilitas pemerintahan yang akan menjadi pusat administrasi negara.

Pemerintah sebelumnya menargetkan Nusantara sebagai ibu kota baru untuk menggantikan Jakarta yang saat ini mengalami kepadatan dan masalah lingkungan. Pembangunan kota di bagian timur Pulau Kalimantan ini dimulai pada 2022, namun sempat tertunda karena pandemi dan tidak tercapainya relokasi total pemerintahan sesuai target awal pada 2024.

Dalam pernyataan resmi, Kantor Presiden menyebutkan kehadiran Prabowo di Nusantara menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan proyek tersebut tetap berjalan sesuai rencana dan berkelanjutan. Prabowo sebelumnya juga menyatakan optimisme bahwa ibu kota ini dapat berfungsi secara signifikan dalam 4–5 tahun ke depan, terutama setelah infrastruktur utama selesai dibangun.

Menurut otoritas yang mengawasi pengembangan ibu kota, fasilitas untuk eksekutif pemerintahan sudah siap, sedangkan gedung-gedung bagi lembaga legislatif dan yudikatif ditargetkan rampung sekitar 2028.

Namun proyek ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan ruang fiskal pemerintah yang membuat anggaran yang disetujui untuk Nusantara hingga 2029 berada di 48,8 triliun rupiah, atau sekitar 60% dari total yang dialokasikan pada masa pemerintahan sebelumnya. Selain itu, keputusan Mahkamah Konstitusi yang memangkas durasi hak guna lahan bagi investor juga dinilai berdampak pada daya tarik investasi proyek.

Meski begitu, Prabowo menegaskan pembangunan ibu kota baru tetap menjadi prioritas nasional sebagai bagian dari rencana jangka panjang memperkuat tata pemerintahan dan mendorong pemerataan pembangunan lintas wilayah Indonesia.