732 Atlet Bandung Barat Siap Tempur di Porprov XV Jabar, 60 Manajer Dikerahkan

BANDUNG BARAT — Kabupaten Bandung Barat menyiapkan kekuatan besar untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Sebanyak 732 atlet akan berlaga dengan dukungan ratusan personel, mulai dari pelatih, manajer, tenaga keolahragaan hingga panitia.

Kesiapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, selaku Ketua Kontingen atau Chief de Mission (CDM), dalam acara pelepasan kontingen di Lapangan Plaza Mekarsari, Rabu (21/10/2026).

Ade Zakir mengungkapkan, kontingen Bandung Barat diperkuat 732 atlet, 172 pelatih, 60 manajer, 80 tenaga keolahragaan, serta 101 personel panitia.

Besarnya jumlah personel tersebut menuntut koordinasi yang solid agar seluruh atlet dapat berkonsentrasi menghadapi pertandingan tanpa terganggu persoalan teknis maupun administratif.

Salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat adalah melibatkan jajaran pejabat perangkat daerah sebagai manajer cabang olahraga.

Mereka diharapkan tidak sekadar mendampingi, tetapi juga aktif mengawal kebutuhan atlet dan pelatih selama kompetisi berlangsung.

“Untuk teman-teman manajer, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Jadi, kita sudah menentukan 60 cabor itu seluruhnya hampir dari kepala perangkat daerah, mulai dari kadis, kaban, sekdis, kabag, juga teman-teman camat,” ungkap Ade Zakir.

Menurutnya, keberadaan manajer menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan setiap cabang olahraga.

Mereka bertugas mengoordinasikan kebutuhan atlet dan pelatih, memantau jadwal pertandingan, serta membantu menyelesaikan berbagai kendala yang muncul di lapangan.

Koordinasi juga diperkuat antara pemerintah daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, dan seluruh unsur pendukung.

Sejumlah kebutuhan menjadi perhatian, mulai dari administrasi keikutsertaan, transportasi, akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga kesiapan teknis pertandingan.

“Setiap kendala perlu segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti sesuai tugas serta kewenangan masing-masing,” demikian penegasan Ade Zakir dalam laporannya.

Ia berharap para manajer mampu menjadi penghubung efektif antara atlet, pelatih, dan ofisial. Setiap perkembangan persiapan maupun persoalan yang berpotensi mengganggu jalannya pertandingan harus segera dilaporkan dan ditangani.

Selain kesiapan teknis, Ade Zakir menekankan pentingnya tata kelola dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program pendukung kontingen.

Seluruh penggunaan anggaran harus mengacu pada perencanaan, ketentuan yang berlaku, serta dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan substantif.

Pemantauan dan evaluasi juga diperlukan untuk memastikan seluruh kebutuhan kontingen terpenuhi serta pelaksanaan tugas setiap unsur berjalan sesuai tanggung jawabnya.

Bagi Bandung Barat, keikutsertaan dalam Porprov bukan semata-mata tentang mengirimkan atlet ke arena pertandingan. Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan hasil pembinaan olahraga daerah.

Ade Zakir menilai prestasi tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan kerja keras atlet, kualitas pembinaan pelatih, disiplin, serta dukungan seluruh pihak yang terlibat.

Karena itu, ia berharap seluruh kontingen mampu menjaga kekompakan, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Kabupaten Bandung Barat di Porprov XV Jawa Barat 2026. ****