Kemarau Keringkan Mata Air, Warga Ciroyom Hilir Berharap Sumur Bor

BANDUNG BARAT — Musim kemarau mulai menyulitkan warga Kampung Ciroyom Hilir, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendapatkan air bersih.

Sumber mata air yang biasa digunakan warga mulai mengering, sehingga masyarakat terpaksa memanfaatkan air Sungai Ciroyom untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Air sungai tersebut digunakan warga untuk mencuci pakaian, mandi, bahkan untuk minum.

Kondisi ini menjadi persoalan serius karena warga belum memiliki sumber air bersih alternatif yang memadai saat musim kemarau.

Tokoh masyarakat setempat, Abah Haris, mengatakan, debit air Sungai Ciroyom kerap menyusut ketika musim kemarau. Warga pun berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas sumur bor untuk menjamin ketersediaan air bersih.

“Kalau musim kemarau, Sungai Ciroyom sulit airnya. Kami ingin ada pengadaan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga,” ujar Abah Haris.

Menurutnya, fasilitas sumur bor diharapkan dapat dibangun di wilayah RT 31 RW 11, Desa Ciroyom Hilir, Kecamatan Cipendeuy, sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Selain faktor musim kemarau, penyusutan air tanah di kawasan tersebut juga menjadi perhatian warga. Maraknya pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air di sejumlah kontrakan dan pabrik tahu di sekitar permukiman diduga turut memengaruhi ketersediaan air tanah.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keberlangsungan sumber air yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan sehari-hari, terutama ketika musim kemarau berlangsung.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera meninjau kondisi tersebut, termasuk mengevaluasi ketersediaan air tanah serta penggunaan sumur bor di sekitar permukiman.

Pengadaan sarana air bersih dinilai mendesak agar masyarakat tidak terus bergantung pada air sungai, terlebih untuk memenuhi kebutuhan vital seperti mandi dan minum.


Bagi warga Ciroyom Hilir, ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi sepanjang tahun. ***