KONI Bandung Barat Bidik Lima Besar Porprov 2026, Akui Target Realistis Tujuh Besar
BANDUNG BARAT — Ambisi menembus lima besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi kontingen Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Di tengah berbagai keterbatasan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) KBB mengakui posisi tujuh besar sebagai target yang lebih realistis, meski peluang meraih hasil lebih tinggi tetap terbuka.
Ketua Umum KONI KBB, Tobias Ginanjar Sayidina, menegaskan bahwa seluruh atlet harus tetap menjaga semangat, meningkatkan kerja keras, dan memaksimalkan kemampuan saat berlaga.
Ia berharap persiapan yang telah dilakukan mampu mengantarkan Bandung Barat meraih prestasi terbaik dalam pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
“Target tentunya dengan keterbatasan yang ada. Kalau secara rasional, tujuh besar. Namun, kita ingin lima besar. Kalau berdasarkan hitung-hitungan, kita tujuh besar,” kata Tobias.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa KONI KBB berupaya menempatkan target prestasi secara realistis dengan mempertimbangkan kondisi yang ada.
Namun, target lima besar tetap menjadi ambisi yang ingin diwujudkan melalui perjuangan para atlet di arena pertandingan.
Tobias juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik atlet selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, kesehatan menjadi faktor penting agar para atlet dapat bertanding secara optimal tanpa terganggu cedera.
“Kita tentunya mengharapkan rida Allah Subhanahu wa taala dan meminta doa dari seluruh masyarakat Bandung Barat. Mudah-mudahan pelaksanaan Porprov XV Jabar 2026 nanti dilancarkan, prestasi KBB bisa meraih hasil maksimal, dan atlet-atlet kita semuanya sehat, tidak ada yang cedera, serta tentunya bisa meraih prestasi yang maksimal,” ujarnya.
PEJABAT PEMKAB DILIBATKAN
Selain mengandalkan kesiapan atlet dan pelatih, dukungan pemerintah daerah juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kontingen Bandung Barat. Salah satunya melalui penempatan aparatur sipil negara (ASN), mulai dari kepala dinas, sekretaris dinas, hingga camat, sebagai manajer cabang olahraga.
Menurut Tobias, keterlibatan pejabat tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terhadap atlet yang akan bertanding.
Kehadiran para manajer diharapkan membuat kebutuhan kontingen mendapat perhatian lebih selama pelaksanaan Porprov.
“Ini merupakan bentuk perhatian dari Pemkab dengan menempatkan PNS, kepala dinas, sekretaris dinas, dan camat untuk menjadi manajer, supaya ada perhatian lebih di lapangan,” ungkapnya.
Dukungan tersebut diharapkan tidak sebatas penugasan, tetapi juga mampu membantu kelancaran kebutuhan atlet dan pelatih selama kompetisi berlangsung.
KERJA KERAS JADI MODAL
Di tengah persaingan antarkabupaten dan kota di Jawa Barat, Tobias mengingatkan para atlet agar tidak kehilangan motivasi.
Ia mengapresiasi kerja keras seluruh atlet yang telah menjalani proses persiapan dan meminta mereka menjaga komitmen hingga pertandingan berakhir.
“Kepada atlet, tetap semangat, tetap kerja keras. Terima kasih atas semua kerja kerasnya. Semoga proses usaha dan kerja keras yang sudah dilakukan tidak akan mengkhianati hasil,” tuturnya.
Bagi KONI KBB, Porprov XV Jabar 2026 menjadi kesempatan untuk membuktikan hasil pembinaan olahraga sekaligus memperjuangkan posisi Bandung Barat di tengah persaingan olahraga tingkat provinsi.
Target tujuh besar menjadi pijakan realistis, sedangkan lima besar tetap menjadi ambisi yang hendak dikejar.
Kini, konsistensi persiapan, performa atlet, serta dukungan seluruh pihak akan menjadi bagian penting dalam menentukan hasil akhir kontingen Bandung Barat. ***
