Belanja KBB 2026 Melonjak Rp169 Miliar, Pembiayaan Disiapkan Tutup Selisih Anggaran

BANDUNG BARAT — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengusulkan perubahan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan kenaikan belanja yang jauh lebih besar dibandingkan pertumbuhan pendapatan daerah.

Dalam rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (P-KUA PPAS) 2026, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp3,16 triliun.

Target tersebut naik sekitar Rp25,39 miliar atau 0,80 persen dibandingkan target sebelum perubahan yang berada di kisaran Rp3,13 triliun.

Di sisi lain, belanja daerah justru mengalami peningkatan lebih signifikan. Pemerintah daerah mengusulkan belanja sebesar Rp3,36 triliun, atau bertambah Rp169,06 miliar (5,02 persen) dari anggaran sebelum perubahan sebesar Rp3,19 triliun.

Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail mengatakan, perubahan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian struktur APBD berdasarkan kebutuhan anggaran pemerintah daerah.

“Perhatian utama kita berada pada perubahan struktur belanja yang meningkat Rp169,06 miliar, sementara kenaikan pendapatan daerah tercatat Rp25,39 miliar,” kata Jeje saat menyampaikan rancangan Perubahan KUA serta PPAS APBD 2026 kepada DPRD KBB, Jumat 18 September 2026.

Untuk menutup kebutuhan pembiayaan akibat selisih antara kenaikan belanja dan pendapatan tersebut, Pemkab KBB mengandalkan penerimaan pembiayaan daerah.

Dalam rancangan perubahan APBD, penerimaan pembiayaan ditetapkan sebesar Rp205,67 miliar. Angka ini meningkat Rp143,67 miliar atau 69,86 persen dibandingkan sebelum perubahan yang hanya sebesar Rp62 miliar.

Sementara itu, pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan nihil atau Rp0.

Jeje menjelaskan, peningkatan penerimaan pembiayaan tersebut menjadi salah satu instrumen untuk menutup kebutuhan anggaran yang muncul akibat perubahan struktur belanja.

“Selisih kebutuhan anggaran tersebut dirancang untuk ditutup melalui penerimaan pembiayaan,” ujarnya.

Dengan komposisi tersebut, perubahan APBD 2026 KBB memperlihatkan adanya peningkatan belanja yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Kondisi ini membuat penerimaan pembiayaan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan struktur anggaran daerah. ****