Asep Dedi Soroti Masjid dan Musala yang Sepi Anak Mengaji, Serukan Kembali Hidupkan Tradisi Mengaji

BANDUNG BARAT — Suasana masjid, musala hingga tajuk yang dulu ramai oleh suara anak-anak mengaji kini dinilai mulai kehilangan geliatnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dedi, saat menghadiri lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat daerah pemilihan (Dapil) V yang dipusatkan di Kecamatan Cipongkor, KBB.

Dedi mengatakan, kegiatan MTQ jangan hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi pengingat pentingnya menghidupkan kembali aktivitas keagamaan di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, masjid, musala dan tajuk semestinya kembali menjadi tempat tumbuhnya tradisi mengaji, khususnya bagi anak-anak.

“Pada ke mana? Sekarang masjid, tajuk, musala pada sepi anak-anak yang mengaji. Berbeda dulu, jam lima sore sudah ramai oleh kegiatan mengaji anak-anak,” ujar politisi PKB tersebut.

Ia menilai, berkurangnya aktivitas mengaji anak-anak di tempat ibadah merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga orang tua, tokoh agama, pengurus masjid serta masyarakat memiliki peran dalam mengembalikan kebiasaan tersebut.

Dedi berharap kegiatan keagamaan di tingkat lingkungan kembali diperkuat. Menurutnya, keberadaan masjid dan musala tidak cukup hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan salat, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda.

“Kita perlu bersama-sama menghidupkan kembali masjid, musala dan tajuk dengan kegiatan mengaji. Jangan sampai tempat ibadah ada, tetapi aktivitas anak-anak untuk belajar mengaji justru semakin berkurang,” katanya.

Ia menambahkan, kebiasaan mengaji sejak usia dini penting untuk terus dipelihara agar nilai-nilai keagamaan tetap tumbuh di tengah masyarakat.

Karena itu, Dedi mengajak seluruh pihak menjadikan MTQ bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk membangun kembali budaya membaca dan mempelajari Al-Qur’an di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Mari kita ramaikan kembali masjid dan musala dengan anak-anak yang mengaji. Tradisi seperti ini jangan sampai hilang,” pungkasnya. ***