KPID Jabar Gelar Hari Penyiaran Daerah 2026, Padukan Literasi Penyiaran dan Aksi Sosial

BANDUNG BARAT — Hari Penyiaran Daerah
(Harsiarda) V Jawa Barat Tahun 2026 tidak sekadar menjadi momentum memperingati perjalanan dunia penyiaran di Jawa Barat.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat mengemas peringatan tersebut dengan berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan hiburan yang melibatkan masyarakat.

Mengusung tema “Amanah Transformasi Digital Penyiaran: Merawat Kearifan Lokal Menuju Jawa Barat Istimewa”, kegiatan Harsiarda V Jawa Barat 2026 akan digelar di Kompleks Pemerintahan Jawa Barat, Sabtu, 10 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk menyemarakkan agenda tersebut. Mulai dari Jaraswara Penyiaran, Piala Ketua KPID Jawa Barat, donor darah, pemeriksaan gigi dan mulut, konsultasi psikologis, senam sehat, hingga lomba mewarnai.

Tak hanya itu, masyarakat juga berkesempatan mendapatkan berbagai doorprize menarik selama kegiatan berlangsung.

Harsiarda tahun ini juga menjadi ruang untuk memperkuat pesan bahwa transformasi digital dalam dunia penyiaran tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar budaya dan kearifan lokal.

Di tengah derasnya arus informasi melalui berbagai platform digital, penyiaran dituntut tetap menjadi media yang memberikan informasi berkualitas, mencerdaskan masyarakat, sekaligus menjaga nilai-nilai lokal Jawa Barat.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (Gapura) sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Peringatan Harsiarda V Jawa Barat 2026 mendapat dukungan dari berbagai organisasi dan mitra, di antaranya LYSI, ISKI, JRKI, BSI, HAKXI, Pegadaian Peduli serta sejumlah pihak lainnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Harsiarda diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk memperkuat komitmen insan penyiaran dalam menghadapi perubahan teknologi sekaligus menjaga identitas dan kearifan lokal Jawa Barat.***