Sandi Supyandi Sentil Kader PKB Bandung Barat: Jangan Hanya Bergerak Saat Pemilu!
BANDUNG BARAT — Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi, melontarkan pesan tegas kepada seluruh kader agar tidak menjadikan momentum pemilihan umum sebagai satu-satunya alasan untuk turun ke tengah masyarakat. Ia menegaskan, kekuatan partai tidak cukup diukur dari struktur organisasi maupun loyalitas pemilih, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata dan keberpihakan kepada rakyat.
Pesan tersebut disampaikan Sandi dalam kegiatan Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus, dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) DPC PKB Kabupaten Bandung Barat. Forum itu menjadi momentum untuk menegaskan kembali arah perjuangan partai sekaligus memperkuat disiplin organisasi hingga tingkat paling bawah.
Menurut Sandi, pengukuhan pengurus bukan sekadar pergantian atau penetapan posisi dalam struktur partai. Setiap jabatan merupakan amanah yang menuntut tanggung jawab, konsistensi, dan keberanian untuk bekerja langsung menjawab persoalan masyarakat.
“Partai ini dilahirkan bukan sekadar untuk merebut kekuasaan. PKB hadir untuk menuntun kita menjalani kehidupan secara seimbang dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Rasulullah SAW. Kekuasaan hanyalah jalan, sedangkan tujuannya adalah kemaslahatan umat,” tegas Sandi.
Ia meminta seluruh jajaran pengurus, mulai dari tingkat cabang, pimpinan anak cabang (PAC), ranting, anak ranting, hingga badan otonom, tidak hanya sibuk dengan urusan internal. Konsolidasi organisasi harus menghasilkan gerakan yang terarah, pembagian tugas yang jelas, serta program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Sandi juga mengingatkan bahwa partai modern tidak bisa berjalan hanya dengan mengandalkan nama besar, loyalitas kader, atau dukungan pemilih. Tanpa kerja organisasi yang disiplin dan berkelanjutan, kekuatan politik berisiko kehilangan relevansinya di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan data survei nasional yang menyebut tingkat keistiqamahan dan loyalitas pemilih PKB mencapai 78 persen. Angka itu dinilai sebagai modal politik penting, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi seluruh kader untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Bagi Sandi, loyalitas pemilih tidak boleh dipandang sebagai dukungan yang bisa terus diandalkan tanpa upaya nyata. Kepercayaan harus dijaga melalui kehadiran partai di tengah persoalan warga, bukan sekadar melalui pendekatan politik menjelang pemilu.
“Agenda partai tidak boleh berhenti dan tidak boleh hanya muncul ketika musim pemilihan tiba. PKB harus hadir sepanjang waktu, dalam suka maupun duka masyarakat. Pintu PKB terbuka bagi generasi muda, santri, petani, buruh, hingga pelaku UMKM yang ingin berkhidmat bersama membangun Bandung Barat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan tantangan yang harus dijawab PKB Bandung Barat: memastikan soliditas organisasi berjalan seiring dengan pelayanan publik dan keterlibatan masyarakat. Konsolidasi tidak boleh berhenti di ruang rapat, tetapi harus berlanjut hingga ke desa-desa dan lingkungan warga.
Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Wilayah DPW PKB Jawa Barat Acep Jamaludin, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat Muhamad Rochadi, Wakil Sekretaris DPW PKB Jawa Barat Humaira Zahrotun Noor, serta para ulama, kiai, sesepuh, jajaran Dewan Syura, Dewan Tanfidz, badan otonom, dan kader PKB se-Kabupaten Bandung Barat.
Melalui orientasi politik, pengukuhan pengurus, dan Muskercab tersebut, PKB Bandung Barat menegaskan komitmen untuk memperkuat konsolidasi dan memperluas pengabdian kepada masyarakat. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa komitmen itu tidak berhenti sebagai pernyataan politik, melainkan hadir dalam kerja nyata yang konsisten.
Sebab, bagi partai yang mengusung semangat Peduli Umat, Melayani Rakyat, ukuran perjuangan bukan semata-mata besarnya dukungan politik, melainkan sejauh mana keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan pekikan slogan, “Peduli Umat, Melayani Rakyat, PKB Solusi Bangsa!”. *
