Sawengi di Tatar Lembang, Seni Tradisi Jadi Magnet Wisata Budaya
BANDUNG BARAT – Generasi muda Kabupaten Bandung Barat menunjukkan peran nyata dalam menjaga kelestarian budaya Sunda sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Hal itu tercermin dalam Pagelaran Seni Drama Tari Sawengi di Tatar Lembang di Alun-Alun Lembang, Jumat (16/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Lembang ke-144.
Pagelaran yang diinisiasi Komunitas Pelajar Pecinta Seni dan Budaya tersebut menghadirkan perpaduan tari, musik tradisional, dan seni peran.
Kolaborasi itu bukan sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga ruang ekspresi bagi generasi muda untuk merawat warisan budaya lokal.
Kepala Bidang Kebudayaan Disparekrafbud Kabupaten Bandung Barat, Taufik Kurnaefi, SE, yang akrab disapa Kang Efhoy, menilai keterlibatan pelajar dalam pertunjukan tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya atau cultural tourism.
Menurutnya, generasi muda tidak seharusnya hanya menjadi penikmat kebudayaan. Mereka perlu mengambil peran sebagai pencipta karya, pelaku seni, sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.
“Lewat karya drama tari Sawengi di Tatar Lembang, anak muda Bandung Barat membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penikmat kebudayaan, melainkan pencipta karya sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah,” ujar Taufik.
Ia menjelaskan, kekuatan pariwisata Lembang tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga dapat dikembangkan melalui atraksi seni dan budaya yang memiliki karakter serta identitas lokal.
Perpaduan potensi alam dengan pertunjukan budaya dinilai mampu memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus membuka peluang bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Bandung Barat.
Karena itu, keberadaan ruang pertunjukan yang melibatkan komunitas dan pelajar perlu terus diperkuat. Selain menjadi wadah regenerasi seniman, kegiatan semacam ini juga berpotensi memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional.
Disparekrafbud KBB, lanjut Taufik, mendukung inisiatif komunitas pelajar dalam menghadirkan ruang-ruang kreatif yang dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata daerah secara berkelanjutan.
Ia pun mengajak generasi muda untuk terus berkarya dan menjadikan kebudayaan sebagai sumber kebanggaan sekaligus kekuatan daerah.
“Ulah liren berkarya! Teruskan melangkah dan jadikan seni budaya ini sebagai identitas serta kebanggaan. Pemkab Bandung Barat akan selalu mendukung ruang-ruang kreatif bagi generasi muda. Kreatif pelajarna, maju pariwisatana!” tandasnya. ***
