Women Rise Telkom University Bidik Kemandirian Ekonomi Perempuan Bandung Barat
BANDUNG BARAT – Pemberdayaan perempuan tak cukup berhenti pada pelatihan. Dibutuhkan inovasi, keterampilan, dan peluang usaha nyata agar perempuan mampu membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Semangat itulah yang diusung Telkom University melalui Workshop Women Rise di Kabupaten Bandung Barat.
Melalui Center of Excellence Smart Tourism & Hospitality, Telkom University merencanakan workshop bertajuk Women Rise: Pemberdayaan Perempuan melalui Inovasi Produk UMKM Kuliner Berbasis Oleofood Sawit pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dirancang untuk melibatkan sekitar 100 perempuan di Kabupaten Bandung Barat.
Mereka akan didorong mengembangkan kreativitas dan kemampuan kewirausahaan melalui inovasi produk kuliner berbasis oleofood sawit.
Program ini diharapkan membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan usaha kuliner yang memiliki nilai tambah, memperluas potensi pasar, sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi dalam keluarga.
Tak hanya menyasar peningkatan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM agar mampu menghasilkan produk yang inovatif dan memiliki daya saing.
Sebagai langkah awal, perwakilan Telkom University melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail.
Pertemuan tersebut membahas persiapan kegiatan sekaligus rencana sosialisasi Women Rise bersama sejumlah media.
Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan, sekaligus memperkuat pengembangan UMKM sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat.
Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengungkapkan, pemerintah daerah terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan berusaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Melalui Women Rise, perempuan Bandung Barat diharapkan tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga mampu melahirkan produk kuliner inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan peluang berkembang di pasar.
Tantangannya, pelatihan harus berlanjut menjadi usaha yang berjalan. Dengan pendampingan dan pengembangan yang tepat, pemberdayaan perempuan berpeluang menjadi salah satu jalan untuk memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di Kabupaten Bandung Barat. ****
