H. Yefi Abdullah: Hari Santri Harus Jadi Penggerak Kemajuan dan Pembentuk Generasi Berkarakter
CIMAHI, 22 Oktober 2026 — Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat peran santri dalam membangun generasi berakhlak, berilmu, mandiri, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Anggota DPRD Kota Cimahi, H. Yefi Abdullah, S.E., M.IP., mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat Hari Santri sebagai inspirasi untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya kokoh dalam nilai-nilai spiritual, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan, memiliki kepedulian sosial, serta mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan sekaligus bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, kesederhanaan, dan semangat menuntut ilmu yang ditanamkan di lingkungan pesantren merupakan modal penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan berintegritas.
Hari Santri dan Tantangan Generasi Masa Kini
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, Yefi menilai ada tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
Pertama, memperkuat akhlak dan integritas. Pendidikan tidak cukup hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga harus membentuk pribadi yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kedua, meningkatkan literasi dan keterampilan. Santri perlu memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, kewirausahaan, dan berbagai keterampilan praktis. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, menciptakan peluang, dan membangun kemandirian ekonomi.
Ketiga, memperluas kontribusi sosial. Santri dan generasi muda harus mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan, merawat kerukunan, serta membangun budaya gotong royong. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan aksi nyata yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pesantren sebagai Pilar Pembangunan Sumber Daya Manusia
Yefi menegaskan bahwa kemajuan Kota Cimahi dan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki semangat pengabdian.
Karena itu, dukungan terhadap pesantren, pendidikan keagamaan, serta pemberdayaan generasi muda perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Pesantren, menurut semangat yang terkandung dalam peringatan Hari Santri, memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang mampu menjaga nilai-nilai luhur sekaligus terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia berharap, semangat Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membuka ruang bagi santri dan generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi.
Santri Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya
Peringatan Hari Santri menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa dibangun melalui pendidikan, keteladanan, persatuan, dan pengabdian yang berkelanjutan.
Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
“Santri berilmu, berakhlak, dan berdaya. Bersama membangun Cimahi dan Indonesia yang lebih baik.” ***
