Kemarau Panjang, Perumda TWM KBB Salurkan Air Bersih ke Lebih dari 32 Titik

BANDUNG BARAT — Menghadapi kemarau panjang yang menyebabkan keterbatasan pasokan air di sejumlah wilayah, Perumda Air Minum Tirta Wibawa Mukti (TWM) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Direktur Utama Perumda TWM KBB, Dedy Hermansyah, S.H., menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas, termasuk ketika warga menghadapi kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau berkepanjangan.

“Di tengah kemarau panjang ini, kami terus berupaya hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan dan kepedulian kami terhadap kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Dedy Hermansyah.

Berdasarkan keterangan resmi Perumda TWM tertanggal 23 Oktober 2026, distribusi bantuan air bersih telah menjangkau lebih dari 32 titik di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Sindangkerta, Parongpong, Padalarang, Ngamprah, Cisarua, Cipatat, Cihampelas, Batujajar, hingga Cimahi Utara.

Dalam pelaksanaannya, Perumda TWM bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Palang Merah Indonesia (PMI) KBB, serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan distribusi agar bantuan air bersih dapat menjangkau wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.

Bantuan diberikan kepada pelanggan Perumda TWM maupun masyarakat umum yang membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Dedy, melalui program pelayanan tersebut, diharapkan dapat terus mendorong upaya penanganan dampak kemarau, terutama bagi masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan air.

Perumda TWM juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan distribusi bantuan melalui koordinasi dengan berbagai pihak sesuai kebutuhan di lapangan.

Langkah ini menunjukkan bahwa pelayanan perusahaan tidak hanya dilakukan melalui jaringan perpipaan, tetapi juga melalui bantuan langsung ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat ketersediaan air bersih.

Di tengah kemarau panjang, akses terhadap air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang memerlukan penanganan bersama agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. ***