Ikan Mabuk Massal di Saguling, Petani Japung Cililin Terpaksa Jual Obral

CILILIN — Perubahan cuaca yang tidak menentu membuat sejumlah petani jaring apung (Japung) di Waduk Saguling, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, mengalami kerugian. Ratusan kilogram ikan yang mabuk terpaksa dijual dengan harga obral agar tidak mati seluruhnya.

Kondisi tersebut terlihat di kawasan Pojok, Desa Mukapayung. Ikan-ikan milik petani digelar di pinggir jalan untuk dijual dengan harga di bawah pasaran.

Salah seorang petani Japung, Nci, mengatakan ikan miliknya yang mabuk mencapai sekitar tiga kuintal. Ia terpaksa menjual ikan tersebut dengan harga murah karena khawatir seluruh ikan mati jika tidak segera dipasarkan.

“Ikan mabok kisaran 3 kintal, dipaksa jual obral. Kalau tidak dijual sekarang, mati semua,” ujar Nci, Rabu (29/10).

Menurut Nci, kondisi ikan yang mabuk di keramba jaring apung tersebut diduga dipicu perubahan cuaca yang tidak menentu.

Ia menyebutkan, dampak serupa juga dialami sejumlah petani Japung lainnya di wilayah Cililin. Total ikan yang mati diperkirakan mencapai dua hingga tiga ton.

“Untuk keseluruhan wilayah Cililin, beberapa petani Japung Waduk Saguling yang ikannya mati kisaran 2 sampai 3 ton karena perubahan cuaca yang tidak menentu,” katanya.

Berdasarkan pantauan SDKBB, ikan-ikan tersebut digelar di atas terpal di pinggir Jalan Raya Mukapayung. Warga pun berbondong-bondong membeli ikan tersebut lantaran harganya lebih murah dibandingkan harga pasaran. ***