Pemkab Bandung Barat Rotasi Besar-besaran, Dua Pejabat Tukar Posisi

BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat kembali melakukan penyegaran organisasi melalui pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, jabatan fungsional, hingga penugasan guru sebagai kepala sekolah.


Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengoptimalkan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).


Pada jajaran Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), terdapat dua pejabat yang bertukar posisi. Asep Dendih, S.Pd., M.M. dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sedangkan Mochamad Ridwan Evi BE, S.Sos., M.M. mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Perhubungan.


Selain itu, sebanyak 56 pejabat administrator juga dilantik dan mendapatkan promosi maupun mutasi jabatan di berbagai perangkat daerah.

Beberapa di antaranya yakni Dr. Jaja yang menjadi Camat Cikalongwetan, Aah Wastiah sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Andi Noerwansyah sebagai Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada Bappelitbangda, serta Eri Trikurniadi yang dipercaya menjabat Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan.


Di sektor pelayanan kesehatan, sejumlah pejabat juga mengalami pergeseran, di antaranya dr. Enung Masruroh menjadi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, Sastri Daniati Andhika sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan, serta Wulan Kinanthi Bekti yang menjabat Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Cililin.


Sementara itu, di lingkungan Badan Pendapatan Daerah terjadi penyegaran pada sejumlah posisi strategis, di antaranya Paramita Ariyanti sebagai Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian, Redy Widiawan sebagai Kepala Bidang Pendataan, Riang Nuryana sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah BKAD, serta Sandy Haryono sebagai Kepala Bidang Penetapan dan Pelayanan.


Pemkab Bandung Barat juga melantik 60 pejabat fungsional, yang meliputi tenaga kesehatan, auditor, pengawas, pranata laboratorium kesehatan, guru, hingga aparatur sipil negara lainnya sesuai jenjang jabatan fungsional masing-masing.


Tak hanya itu, terdapat 112 guru yang mendapat penugasan baru sebagai kepala sekolah di berbagai SD dan SMP Negeri di Kabupaten Bandung Barat sebagai bagian dari penguatan manajemen pendidikan.


Rotasi dan mutasi ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme aparatur sipil negara, mempercepat pencapaian target pembangunan daerah, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, responsif, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat. ***