Sabtu-Minggu Sapa Warga, Jeje Cicipi Kupat Tahu Padalarang hingga Tinjau Rutilahu

BANDUNG BARAT – Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, terus mendekatkan diri kepada masyarakat. Hampir setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, Jeje turun langsung ke desa-desa untuk menyapa warga, berdialog, sekaligus melihat berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Seperti yang dilakukan baru-baru ini saat mengunjungi Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang. Kedatangan Jeje disambut Kepala Desa Kertamulya bersama warga.

“Saya ingin menyapa warga sekaligus berdiskusi mengenai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi,” ujar Jeje.

Dalam kunjungan tersebut, Jeje menegaskan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat siap mendukung pengembangan usaha masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Menurutnya, Desa Kertamulya memiliki potensi kuliner yang sudah dikenal luas, yakni kupat tahu khas Padalarang.

“Kupat tahu di Kertamulya memiliki ciri khas tersendiri karena disajikan dengan kuah. Itu yang membedakannya,” kata Kepala Desa Kertamulya, Farhan.

Jeje pun mencicipi langsung kupat tahu tersebut. Menurutnya, kuliner khas Padalarang itu memiliki cita rasa yang unik dan layak dipromosikan lebih luas. Ia berharap kupat tahu khas Padalarang dapat menjadi salah satu sajian dalam Jajaran Festival sebagai bagian dari promosi kuliner daerah.

Usai menikmati kupat tahu, Jeje melanjutkan kunjungan dengan mencicipi dimsum yang juga cukup populer di kawasan Padalarang.

Tak hanya menyambangi pelaku usaha, Jeje juga meninjau rumah warga yang menjadi penerima program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menargetkan sekitar 367 rumah akan direnovasi melalui program tersebut.

“Kalau rumahnya sudah selesai dibangun, kabari saya. Nanti saya datang lagi ke sini,” ujar Jeje kepada pemilik rumah.

Di sela-sela kunjungan, Jeje juga menyempatkan membeli seluruh jajanan yang dijual seorang siswa sekolah dasar. Dengan masih mengenakan seragam merah putih, anak itu memberanikan diri menawarkan dagangannya. Tanpa berpikir panjang, Jeje langsung memborong seluruh jualannya sebagai bentuk dukungan kepada pedagang kecil. ****