Bukan Liga Biasa, Pengurus RT-RW Batujajar Barat Turun Gunung, Lapangan Hijau Jadi Panggung Tawa dan Keakraban
BATUJAJAR BARAT — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Desa Batujajar Barat, Kabupaten Bandung Barat.
Uniknya, kali ini bukan hanya anak muda yang turun ke lapangan, tetapi para pengurus RT dan RW ikut ambil bagian dalam kompetisi sepak bola antar-pengurus RT dan RW se-Batujajar Barat.
Kegiatan tersebut digagas Kepala Desa Batujajar Barat, Erfan Hariawan, S.H., NL.P., yang akrab disapa Mas Erfan. Tak sekadar menjadi penggagas, Mas Erfan juga ikut turun langsung bermain bersama para pengurus lingkungan.
Kompetisi ini memang bukan pertandingan sepak bola profesional. Mayoritas pemain merupakan pengurus RT dan RW berusia 45 tahun ke atas. Sementara pemain yang lebih muda jumlahnya terbatas dan berasal dari unsur pengurus RT-RW serta Karang Taruna.
Meski demikian, semangat para pemain tak kalah dengan pertandingan profesional. Mereka tetap berusaha mengejar bola, mencetak gol, dan membawa timnya meraih kemenangan.
Bukan Cuma Gol, Tawa Penonton Ikut Meriah
Yang membuat kompetisi ini berbeda adalah suasana pertandingan yang penuh canda dan keakraban.
Aksi para pemain yang mayoritas berusia 45 tahun ke atas, ditambah beberapa pemain dengan postur tubuh yang cukup berisi, kerap mengundang gelak tawa penonton. Namun, justru suasana itulah yang membuat pertandingan semakin meriah.
Di lapangan, tidak ada sekat antara ketua RT, ketua RW, maupun warga. Semua melebur menjadi pemain yang sama-sama mengejar bola. Sementara di pinggir lapangan, warga menikmati pertandingan dengan penuh canda.
Salah seorang penonton, Yayat, mengaku terhibur dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga dan hiburan dalam rangka HUT RI tidak harus selalu melibatkan anak muda.
“Bukan hanya anak-anak. Tiap tahun kalau bisa remaja, remaja kolot, jadi hiburan gratis,” celoteh Yayat sambil tersenyum.
Bagi masyarakat, pertandingan ini bukan semata-mata soal menang atau kalah. Lapangan sepak bola menjadi ruang untuk bertemu, bercanda, berolahraga, sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Olahraga Jadi Ajang Mempererat Silaturahmi
Kompetisi sepak bola antar-pengurus RT dan RW tersebut menunjukkan bahwa perayaan HUT Kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan positif.
Olahraga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan memperkuat kebersamaan. Dari pertandingan sederhana, para pengurus lingkungan dapat saling bertemu, berbincang, bercanda, hingga membangun kerja sama antarwilayah.
Terlebih, para pengurus RT dan RW merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan. Hubungan yang semakin dekat tentu menjadi modal penting untuk membangun lingkungan yang kompak dan guyub.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa usia bukan alasan untuk berhenti bergerak. Meski napas tak lagi sekuat pemain muda dan langkah tak lagi secepat masa lalu, semangat kebersamaan tetap bisa berlari kencang.
Di Batujajar Barat, sepak bola bukan sekadar permainan. Bola menjadi alasan warga berkumpul, tertawa, berolahraga, mempererat silaturahmi, sekaligus merayakan kemerdekaan bersama.
Dan seperti celoteh Yayat, ketika para “remaja kolot” turun ke lapangan, satu kampung pun ikut tersenyum. ***
