Mamin Rapat DPRD Dipusatkan di Gedung, UMKM Lokal Berpeluang Kebagian

BANDUNG BARAT — Kebijakan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Barat yang memusatkan kegiatan rapat dewan di Gedung DPRD dinilai dapat memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Anggaran makanan dan minuman (mamin) untuk kegiatan rapat dinilai bisa diarahkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, khususnya pemilik usaha katering, kue, serta jajanan ringan.

“Alhamdulillah saya mendengarnya. Kalau rapat dewan dilakukan di gedung, setidaknya pelaku UMKM bisa ikut andil menyediakan makanan,” ujar Rani, warga Cilame yang memiliki usaha kue.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat membuka peluang bagi UMKM Bandung Barat untuk mendapatkan manfaat langsung dari belanja pemerintah daerah.

Hal senada disampaikan Andri, warga Padalarang. Ia menilai anggaran mamin rapat DPRD sebaiknya lebih banyak dibelanjakan kepada pelaku usaha lokal ketimbang untuk kebutuhan konsumsi di hotel.

“Daripada dibelanjakan di hotel, lebih baik mamin untuk rapat dibelanjakan kepada UMKM lokal. Uangnya berputar di masyarakat Bandung Barat,” katanya.

Andri juga meminta Sekretariat DPRD melakukan pendataan UMKM yang berpotensi menjadi penyedia makanan dan minuman untuk kegiatan rapat. Pendataan tersebut dapat melibatkan UMKM yang sudah terdaftar di dinas terkait maupun pelaku usaha lokal yang menawarkan produknya secara langsung.

“Bisa saja penyedia mamin untuk rapat dilakukan secara bergilir, sehingga semakin banyak pelaku usaha lokal yang mendapatkan kesempatan,” ujarnya.

Dengan demikian, pemusatan kegiatan rapat di Gedung DPRD tidak hanya menjadi langkah efisiensi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mendorong perputaran ekonomi masyarakat dan memperkuat UMKM lokal. ****