MTQ Batujajar Barat Semarak, RW 02 Borong Juara
BATUJAJAR BARAT — Suasana syiar Islam terasa semarak di Desa Batujajar Barat, Sabtu (15/8/2026). Sebanyak 16 RW ambil bagian dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat desa yang digelar selama satu hari.
Anak-anak dari jenjang SD hingga SMP tampil menunjukkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an. Mereka berlomba dalam tiga kategori usia dengan semangat dan antusiasme tinggi.
Bukan sekadar mengejar piala, MTQ ini menjadi ruang pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Salah satu kontingen yang mencuri perhatian adalah RW 02. Tiga kategori yang diperlombakan berhasil mereka isi dengan prestasi. Peserta RW 02 meraih juara 1, juara 2, hingga juara 3 pada kategori yang berbeda.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan warga RW 02 sekaligus buah dari pembinaan keagamaan yang selama ini dilakukan di lingkungan masyarakat.
Kontingen RW 02 dipimpin Ustadz Ramzan, pembina Al Ammar RW 02. Menurutnya, MTQ tidak boleh hanya dimaknai sebagai ajang mencari juara.
“MTQ kali ini merupakan syiar Islam, biar umat tambah lebih dekat serta mencintai Al-Qur’an,” ujar Ustadz Ramzan.
Menurut dia, kemenangan hanyalah bagian kecil dari tujuan MTQ. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak semakin senang membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kejujuran Lebih Penting dari Piala
Di tengah persaingan menjadi yang terbaik, ada nilai yang harus menjadi juara utama: kejujuran.
Anak-anak perlu diajarkan bahwa prestasi bukan hanya soal piala. Keberanian tampil, disiplin berlatih, menghormati peserta lain dan menerima hasil penilaian dengan lapang dada juga merupakan bagian dari kemenangan.
Menang dengan kemampuan sendiri jauh lebih berharga daripada meraih juara dengan cara yang tidak benar.
Bagi mereka yang berhasil menjadi juara, kemenangan harus menjadi motivasi untuk terus belajar, bukan alasan untuk merasa lebih hebat. Sedangkan bagi peserta yang belum meraih juara, pengalaman tampil dalam MTQ tetap menjadi bekal berharga.
Sebab, tidak semua keberhasilan harus berbentuk piala.
Dari 16 RW, Tumbuh Generasi Qur’ani
Keterlibatan 16 RW menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan masih tumbuh kuat dari lingkungan masyarakat.
MTQ juga menjadi ruang silaturahmi bagi peserta, orang tua, pembina dan masyarakat. Persaingan tidak harus menghilangkan persaudaraan. Sebaliknya, kompetisi dapat menjadi sarana untuk saling memotivasi dan meningkatkan kemampuan.
Prestasi RW 02 diharapkan menjadi pemantik bagi RW lainnya untuk semakin aktif membina anak-anak dan remaja dalam bidang keagamaan.
Pada akhirnya, MTQ bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang piala.
Lebih dari itu, MTQ adalah tentang bagaimana melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak baik, menjunjung tinggi kejujuran dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Sebab, piala mungkin suatu hari hanya tersimpan di lemari. Namun, kejujuran, akhlak dan kecintaan kepada Al-Qur’an akan menjadi bekal sepanjang kehidupan.
