19 Tahun Bandung Barat, Kerja Nyata Jadi Tantangan
BANDUNG BARAT– Peringatan HUT ke-81 RI tahun ini juga memiliki makna khusus bagi Kabupaten Bandung Barat. Sebab, pada 2026, daerah hasil pemekaran Kabupaten Bandung tersebut genap berusia 19 tahun.
Jeje mengatakan dua momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, sementara pembangunan daerah harus dijalankan dengan penuh amanah.
“Dua momentum ini memiliki pesan yang kuat. Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata. Dan pembangunan harus kita jalankan dengan amanah,” tegasnya.
Karena itu, Pemkab Bandung Barat terus berupaya mendukung berbagai agenda prioritas nasional, di antaranya program Makan Bergizi Gratis, penguatan ketahanan pangan, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, hingga berbagai langkah pengendalian inflasi daerah.
Sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus diperkuat agar kebijakan pembangunan nasional dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat daerah.
Jalan, Rumah dan Sekolah Jadi Prioritas
Jeje mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di Kabupaten Bandung Barat.
Mulai dari infrastruktur jalan, rumah tidak layak huni, fasilitas pendidikan hingga pelayanan publik yang masih membutuhkan pembenahan.
“Masih ada ruas jalan yang harus diperbaiki. Masih ada rumah yang belum layak. Masih ada ruang kelas yang membutuhkan penanganan. Dan masih ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan berkualitas,” katanya.
Untuk itu, Pemkab Bandung Barat pada 2026 melakukan sejumlah pembangunan berdasarkan kemampuan anggaran dan skala prioritas.
Di sektor infrastruktur, pemerintah memperbaiki 34 ruas jalan dan satu jembatan.
Sementara di bidang perumahan, sebanyak 367 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) sedang diperbaiki.
Di sektor pendidikan, Pemkab Bandung Barat menargetkan perbaikan 146 ruang kelas yang tersebar di 79 sekolah dasar.
Jeje menegaskan penyelesaian berbagai persoalan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan prioritas pembangunan, kemampuan anggaran serta kebutuhan masyarakat.
Pemerintahan Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Selain pembangunan fisik, Pemkab Bandung Barat juga terus mendorong pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui program Sapoé-Sadesa.
Melalui program tersebut, pemerintah turun langsung ke desa setiap minggu untuk mendengar aspirasi masyarakat, melihat persoalan di lapangan dan mencari solusi bersama.
Menurut Jeje, memasuki usia 19 tahun, Kabupaten Bandung Barat harus semakin dewasa dalam mengelola pembangunan.
Setiap program pemerintah harus mampu memberikan manfaat nyata dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kita harus membangun infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas manusia, ekonomi masyarakat, pelayanan publik, dan kepercayaan kepada pemerintah,” tegasnya.
Jeje menyebut semangat tersebut merupakan bagian dari makna Kabupaten Bandung Barat yang amanah, sejalan dengan semangat “Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja.”
Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat
Menutup amanatnya, Jeje mengajak seluruh elemen masyarakat Bandung Barat menjadikan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat persatuan dan gotong royong.
Menurutnya, perjuangan para pahlawan tidak cukup hanya dikenang melalui upacara dan seremoni. Semangat perjuangan harus diteruskan melalui pembangunan yang adil, pelayanan publik yang semakin baik serta pembukaan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
“Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan kerja nyata. Kita isi kemerdekaan dengan pembangunan yang adil. Kita wujudkan pelayanan yang semakin baik. Kita buka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan sejahtera.”
Ia menegaskan, kemerdekaan memberikan hak kepada rakyat untuk menentukan masa depan. Sedangkan amanah memberikan kewajiban untuk mengisi kemerdekaan tersebut dengan kerja nyata.
Jeje pun mengajak seluruh masyarakat bersama-sama membangun Kabupaten Bandung Barat agar semakin maju, sejahtera dan raharja.
“Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Kabupaten Bandung Barat amanah. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Merdeka! Merdeka! Merdeka!” pungkasnya. ****
