Manajemen Talenta Jadi Langkah Strategis Bangun Birokrasi Profesional di Bandung Barat
BANDUNG BARAT — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus mendorong transformasi pengelolaan aparatur sipil negara (ASN) melalui penerapan manajemen talenta. Langkah ini dinilai penting untuk membangun sistem pengembangan karier ASN yang lebih objektif, transparan, dan berbasis merit.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail membacakan sambutan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat membuka Webinar Pepeling ASN Seri #22 dengan tema Sosialisasi Penerapan Manajemen Talenta ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Antusiasme ASN mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Webinar yang digelar secara daring itu diikuti 3.471 peserta melalui YouTube dan 1.000 peserta melalui Zoom Meeting. Dengan demikian, total peserta yang mengikuti kegiatan mencapai 4.471 orang.
Dalam sambutannya, Asep Ismail menegaskan bahwa manajemen talenta bukan sekadar sistem administrasi, tetapi menjadi instrumen penting untuk menemukan, mengembangkan, dan menempatkan ASN sesuai kompetensi serta kebutuhan organisasi.
“Manajemen Talenta mengubah cara kita melihat karier ASN. Kesempatan untuk berkembang tidak cukup hanya ditunggu, tetapi harus dipersiapkan melalui kompetensi, kinerja, integritas, dan potensi yang terus dibangun,” ujar Asep Ismail
Menurutnya, penerapan manajemen talenta harus mampu mewujudkan prinsip the right talent, in the right position, at the right time. Artinya, ASN yang memiliki kompetensi dan potensi terbaik harus ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Asep Ismail uga menekankan pentingnya kualitas data kepegawaian. Data mengenai kompetensi, kinerja, potensi, hingga rekam jejak ASN menjadi dasar dalam menentukan posisi mereka dalam pemetaan talenta.
Karena itu, Pemkab Bandung Barat menggunakan SIMATA (Sistem Informasi Manajemen Talenta) sebagai instrumen pemetaan ASN yang lebih terukur dan berbasis data.
“Data bukan sekadar kelengkapan administrasi. Data yang akurat, lengkap, dan mutakhir menjadi dasar dalam menentukan posisi ASN pada box talenta,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Regional III BKN Bandung, Wahyu, S.Kom., M.A.P. Menurutnya, kualitas data ASN memiliki peran sangat penting dalam menentukan hasil pemetaan talenta.
Ia mengingatkan seluruh ASN agar bertanggung jawab terhadap data kepegawaiannya masing-masing sehingga proses pemetaan dapat menghasilkan gambaran kompetensi dan potensi yang akurat.
“Kualitas data ASN sangat menentukan pemetaan. Datamu adalah tanggung jawabmu,” tegas Wahyu.
Asep Ismail meminta seluruh perangkat daerah dan ASN memberikan perhatian serius terhadap pemutakhiran data kepegawaian. Dengan data yang berkualitas, proses pemetaan talenta diharapkan dapat berjalan lebih objektif sekaligus mengurangi ruang subjektivitas dalam pengembangan karier ASN.
Namun, Asep Ismail mengingatkan agar manajemen talenta tidak berhenti pada penggunaan aplikasi atau sekadar pemetaan sembilan kotak. Menurutnya, sistem tersebut harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan talenta dan regenerasi kepemimpinan birokrasi.
“Manajemen Talenta harus menjadi cara baru kita menyiapkan talenta dan regenerasi kepemimpinan birokrasi secara sistematis dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh ASN untuk memiliki kesadaran adaptif, terus belajar, terbuka terhadap perubahan, serta mampu bekerja sama dalam menghadapi tuntutan birokrasi yang semakin dinamis.
Asep Ismail menekankan bahwa transformasi birokrasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembenahan sistem. Perubahan juga membutuhkan kesiapan setiap aparatur untuk meningkatkan kualitas dirinya.
“Jangan hanya bertanya kapan mendapatkan kesempatan. Persiapkan diri agar ketika kesempatan itu datang, kita memang layak dan siap menerimanya,” ucap Asep Ismail.
Ia berharap penerapan manajemen talenta dapat menjadi langkah nyata dalam membangun birokrasi Kabupaten Bandung Barat yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berbasis merit.
Selain itu, sistem tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan yang adil kepada setiap ASN untuk berkembang sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Webinar Pepeling ASN Seri #22 turut dihadiri Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN BKN RI Dr. Samsul Hidayat, Kepala Kantor Regional III BKN Bandung Wahyu, S.Kom., M.A.P., Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Ade Zakir, Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Barat Rega Wiguna beserta jajaran, serta para pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab Bandung Barat.
Dengan jumlah peserta yang mencapai 4.471 orang, tingginya partisipasi tersebut menjadi sinyal positif bahwa penerapan manajemen talenta mendapat perhatian luas dari jajaran ASN Kabupaten Bandung Barat.
Sistem ini diharapkan tidak hanya menjadi kebijakan di atas kertas, tetapi benar-benar mampu menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan memberikan ruang pengembangan karier berdasarkan kompetensi, kinerja, serta potensi setiap ASN. ***
