Wajah Manusia di Padang Mahsyar
Padang Mahsyar menjadi tempat seluruh manusia dikumpulkan setelah dibangkitkan dari alam kubur. Di tempat itu, setiap orang akan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia.
Manusia akan dibangkitkan dalam keadaan tanpa alas kaki, tanpa pakaian dan belum dikhitan. Matahari didekatkan hingga jaraknya sangat dekat dengan manusia. Keringat pun bercucuran sesuai dengan amal dan dosa masing-masing.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan menghadap Allah tanpa alas kaki, tanpa memakai selembar kain pun, dan dalam keadaan belum dikhitan.” Hadis tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Meski semua manusia dikumpulkan tanpa pakaian, tidak ada seorang pun yang sempat memperhatikan aurat orang lain. Setiap orang sibuk memikirkan nasibnya sendiri dan menunggu keputusan Allah SWT.
Mereka menunggu proses perhitungan amal, menerima catatan amal, kemudian amal baik dan buruk ditimbang. Setelah itu, barulah diketahui tempat akhir masing-masing, apakah masuk surga atau neraka.
Kondisi Manusia Berbeda-beda
Padang Mahsyar digambarkan sebagai tempat yang luas dan datar. Tidak terdapat gunung, lembah maupun tanda-tanda permukaan bumi seperti yang dikenal manusia saat ini. Di tempat itulah seluruh manusia dikumpulkan untuk menjalani proses pengadilan Allah SWT.
Kondisi setiap manusia di Padang Mahsyar akan berbeda-beda. Orang-orang yang bertakwa dan memiliki amal saleh akan mendapatkan kemuliaan. Sebaliknya, orang-orang yang banyak melakukan dosa dan orang-orang kafir akan menghadapi keadaan yang sangat berat.
Allah SWT berfirman:
“Dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram.”
(QS. Thaha: 102).
Orang Kafir Dihimpun dalam Keadaan Hina
Al-Qur’an juga menggambarkan keadaan orang-orang yang ingkar kepada Allah SWT. Mereka akan dikumpulkan dalam keadaan hina dan diseret di atas wajahnya. Mereka digambarkan dalam kondisi buta, bisu dan tuli.
Allah SWT berfirman:
“Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada Hari Kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak.”
(QS. Al-Isra: 97).
Mereka kemudian menjadi penghuni neraka Jahannam. Allah SWT berfirman bahwa setiap kali nyala api Jahannam mereda, api itu akan kembali dinyalakan bagi mereka.
Gambaran tentang Padang Mahsyar tersebut menjadi pengingat bagi manusia bahwa kehidupan dunia bukanlah akhir dari segalanya. Setiap amal perbuatan akan dipertanggungjawabkan.
Karena itu, kehidupan di dunia seharusnya digunakan untuk memperbanyak amal saleh, menjauhi dosa, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat. ****
