Demokrasi Tak Harus Menunggu Pemilu, RW 02 Batujajar Barat Buktikan dari Kampung
BATUJAJAR BARAT – Demokrasi tak harus menunggu pemilu. Tak perlu panggung besar, baliho, atau perebutan kekuasaan. Di tingkat kampung pun demokrasi bisa tumbuh—dekat, sederhana, tetapi nyata.
Itulah yang ditunjukkan warga RW 02 Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, saat menggelar pemilihan Ketua RW di Taman Edukasi Mencrang, Minggu (27/9/2026).
Dua warga maju sebagai calon. Warga menentukan pilihan. Proses berjalan tertib dan penuh kekeluargaan. Hasilnya, Rohmat Saripudin, calon nomor urut 2, dipercaya memimpin RW 02 periode 2026–2031.
Yang menarik bukan hanya siapa yang terpilih, tetapi bagaimana perbedaan pilihan tetap berakhir sebagai persaudaraan.
Jangan Ada Kekosongan Kepemimpinan
Ketua Panitia Pemilihan, Heri Kurnia, yang sebelumnya menjabat Ketua RW 02 hingga 19 September 2026, menegaskan pentingnya kesinambungan kepemimpinan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.
“Di RW 02 tercinta ini jangan sampai ada jeda kekosongan walaupun sebentar. Alhamdulillah, hari ini sudah terjaring dua calon warga terbaik yang rela berkhidmat kepada masyarakat,” ungkap Heri.
Ia berharap pemimpin terpilih mampu menjalankan amanah, sementara warga tetap menjaga kekompakan setelah pemilihan.
Suasana kondusif selama proses pemilihan juga mendapat apresiasi Bhabinkamtibmas Polsek Batujajar, Ramdani. Ia menyampaikan terima kasih kepada warga yang mampu menjaga keamanan, ketertiban dan kerukunan.
Rohmat: Amanah Baru, Tanggung Jawab Baru
Setelah seluruh rangkaian selesai, Rohmat Saripudin ditetapkan sebagai Ketua RW 02 periode 2026–2031.
“Banyak terima kasih kepada semua warga yang sudah menyukseskan acara pemilihan ini dan sudah mempercayakan amanahnya kepada saya. Semoga saya bisa mengemban kepercayaan yang diberikan,” tuturnya.
Kini, tidak ada lagi nomor urut 1 atau 2. Yang ada adalah satu RW dengan kepentingan yang sama: lingkungan yang lebih baik.
Ketua RW terpilih dituntut merangkul seluruh warga, sementara masyarakat memiliki peran mengawal, memberi masukan dan ikut bekerja membangun lingkungan.
Sebab demokrasi tidak selesai ketika hasil pemilihan diumumkan. Demokrasi justru diuji setelahnya: mampukah warga menerima perbedaan dan kembali berjalan bersama?
Dari RW 02 Batujajar Barat, jawabannya terlihat sederhana: pilihan boleh berbeda, pemimpin boleh berganti, tetapi persaudaraan jangan berhenti. ***
