TPST Pasirbuluh Ditawarkan ke Investor Internasional, KBB Bidik Investasi Pengelolaan Sampah

JAKARTA — Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai membuka pintu lebih lebar bagi investasi di sektor pengelolaan sampah.

Proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pasirbuluh menjadi salah satu proyek unggulan yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kepada calon investor dalam West Java Investment Roadshow 2026 di Krakatau Ballroom, T-Tower Bank bjb, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).

Dalam forum bertema “Essential Infrastructure for Inclusive Investment” yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat tersebut, KBB tidak hanya membawa isu lingkungan, tetapi menawarkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari peluang investasi berbasis ekonomi sirkular.

Proyek TPST Pasirbuluh merupakan proyek unggulan hasil West Java Investment Challenge (WJIC) 2026.

Kehadirannya dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan pengelolaan sampah sekaligus mengantisipasi rencana penutupan TPA Sarimukti.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail yang hadir bersama jajaran kepala dinas dan badan Pemkab Bandung Barat mengatakan, forum business matching tersebut menghasilkan lima pertemuan intensif dengan calon investor dan mitra strategis.

Lima pihak yang ditemui antara lain JFE Engineering Corporation, Tigalapan Investama Group, Enterprise Singapore, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), serta DS Public Speaking Center.

“Dalam kegiatan business matching hari ini, kami mencatat ada lima sesi pertemuan dengan calon investor. Dari pertemuan tersebut, kami menyambut baik ketertarikan dari dua perwakilan perdagangan internasional, yakni Enterprise Singapore dan MATRADE Malaysia,” ujar Jeje.

Menurutnya, ketertarikan tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah di Bandung Barat mulai dipandang dari perspektif berbeda, yakni sebagai peluang pengembangan investasi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat lingkungan.

“Ini menunjukkan bahwa isu pengelolaan sampah di Bandung Barat tidak hanya dilihat sebagai masalah, tetapi sebagai peluang investasi yang bernilai ekonomi tinggi di mata internasional,” katanya.

Antisipasi Sarimukti, Tekan Beban Anggaran

Dari sisi lingkungan dan operasional, pembangunan TPST Pasirbuluh dinilai memiliki urgensi yang cukup besar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB Ibrahim Aji, SE., MM., mengatakan TPST yang direncanakan berlokasi di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, menjadi bagian penting dalam menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih dekat dengan sumbernya.

“TPST Pasirbuluh di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang ini merupakan langkah krusial untuk mengantisipasi rencana penutupan TPA Sarimukti,” ungkap Ibrahim.

Ia menjelaskan, apabila seluruh sampah KBB harus langsung dibuang ke TPPAS Legok Nangka, beban biaya pengolahan sampah daerah diperkirakan meningkat signifikan.

“Jika seluruh sampah KBB harus langsung dibuang ke TPPAS Legok Nangka, biaya pengolahan daerah diperkirakan dapat melonjak hingga lima kali lipat,” katanya.

Karena itu, TPST Pasirbuluh diarahkan menjadi fasilitas pengolahan sampah modern berbasis ekonomi sirkular, khususnya untuk menangani sampah dari wilayah utara KBB seperti Lembang, Parongpong, dan Cisarua.

Konsep tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemindahan sampah dari satu lokasi ke lokasi lain, tetapi mengolahnya sejak dari sumber hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

DPMPTSP Siapkan Karpet Merah Investasi

Sementara itu, Kepala DPMPTSP KBB Dr. Drs. H. Hendra Trismayadi, M.Si., S.A.P., menegaskan pihaknya siap mengawal setiap peluang investasi yang muncul dari forum tersebut.

Menurutnya, ketertarikan investor harus segera ditindaklanjuti dengan proses yang konkret, mulai dari pendampingan, perizinan hingga kajian kelayakan investasi.

“Tugas DPMPTSP selanjutnya adalah memastikan kemudahan. Kami akan melakukan pendampingan intensif, fasilitasi perizinan yang cepat, transparan, dan memberikan kepastian berusaha agar minat ini bisa berlanjut ke tahap Feasibility Study dan komitmen investasi nyata,” tegas Hendra.

Kehadiran Bupati Jeje dalam roadshow tersebut turut didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, yakni Kepala DPMPTSP Hendra Trismayadi, Kepala Dinas PUTR Anni Roslianti, ST., MM., Kepala DLH Ibrahim Aji, SE., MM., Kepala Disperindag R. Eriska Hendrayana, S.IP., MM., serta Kepala BKAD Dr. Moch. Lukmanul Hakim, S.Sos., M.Si.

Keterlibatan lintas perangkat daerah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan KBB tidak hanya dari sisi peluang investasi, tetapi juga terkait tata ruang, lingkungan, infrastruktur, industri, aset dan pembiayaan daerah.

Melalui West Java Investment Roadshow 2026, KBB kini mencoba mengubah cara pandang terhadap persoalan sampah: dari beban pelayanan publik menjadi peluang investasi yang dapat menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat keberlanjutan lingkungan.

Proyek TPST Pasirbuluh selanjutnya diharapkan masuk ke tahapan kajian yang lebih konkret sehingga ketertarikan investor dapat berkembang menjadi Feasibility Study hingga komitmen investasi nyata. ***