11 Pejabat Baru Dilantik, Jeje: Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Tapi Harus Melahirkan Hasil
BANDUNG BARAT — Sebelas pejabat pimpinan tinggi pratama resmi menduduki jabatan baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Namun, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan, pelantikan bukan garis akhir perjalanan karier ASN, melainkan awal dari pembuktian kinerja.
Jeje melantik dan mengambil sumpah/janji 11 pejabat pimpinan tinggi pratama di Lantai 2 Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat, Jumat (11/9/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Bandung Barat sampai pada tahap penetapan dan pelantikan melalui penerapan Manajemen Talenta ASN.
Dari 11 pejabat yang dilantik, tujuh merupakan hasil mutasi dan empat lainnya hasil promosi.
Jeje mengatakan, penerapan Manajemen Talenta ASN merupakan bagian dari upaya membangun sistem karier aparatur yang objektif, profesional, akuntabel dan berbasis merit.
Menurutnya, penempatan pejabat tidak semata-mata berdasarkan kebutuhan jabatan, tetapi mempertimbangkan potensi, kompetensi, kinerja, pengalaman serta kebutuhan organisasi.
“Proses ini telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mendapatkan pendampingan dari Badan Kepegawaian Negara. Kita ingin pengelolaan karier ASN dilakukan secara objektif, berbasis data dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Jeje.
Pemkab Bandung Barat sebelumnya telah memperoleh Keputusan Kepala BKN Nomor 729 Tahun 2026 tentang Persetujuan Penerapan Manajemen Talenta di lingkungan Pemkab Bandung Barat pada 22 Juni 2026.
Setelah seluruh tahapan pengisian jabatan dilaksanakan, Pemkab Bandung Barat juga memperoleh rekomendasi mutasi dan promosi pejabat pimpinan tinggi pratama dari BKN tertanggal 9 September 2026.
Bukan Sekadar Duduk di Kursi Jabatan
Jeje meminta 11 pejabat yang baru dilantik tidak larut dalam seremoni. Mereka dituntut segera bekerja, membaca persoalan di perangkat daerah masing-masing dan menghasilkan perubahan yang bisa dirasakan masyarakat.
“Pelantikan hari ini bukan akhir dari proses Manajemen Talenta. Justru ini adalah awal dari pembuktian. Setelah dilantik, ukuran keberhasilan saudara bukan lagi posisi dalam peta talenta ataupun hasil uji kompetensi. Ukuran keberhasilannya adalah kinerja,” tegas Jeje.
Ia meminta para pejabat segera memahami kondisi organisasi, memetakan persoalan, menentukan skala prioritas dan membangun tim yang solid.
“Segera pahami persoalan yang ada, tentukan prioritas, bangun tim yang kuat dan bekerja. Jangan terlalu lama berhenti pada proses adaptasi. Masyarakat menunggu hasil dari setiap kebijakan dan program yang kita jalankan,” katanya.
Jeje juga mengingatkan bahwa kinerja para pejabat akan dievaluasi secara berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan.
Empat pesan utama pun dititipkan kepada pejabat baru: melakukan pembenahan di tempat tugas, menjaga integritas, menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, serta menghadirkan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat.
“Jabatan jangan berhenti hanya pada posisi dan kewenangan. Saya ingin jabatan melahirkan kerja, kerja melahirkan hasil, dan hasilnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” tutur Jeje.
11 Pejabat yang Dilantik
Berikut 11 pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik:
R. Eriska Hendrayana, S.IP., MM — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Dr. Moch Lukmanul Hakim, S.Sos., M.Si — Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah.
Anni Roslianti, ST., MM — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
Rega Wiguna, S.STP., M.I.P — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Drs. Imam Santoso Mulyo Raharjo, M.Pd — Kepala Dinas Pendidikan.
Heru Budi Purnomo, S.Sos., M.Si — Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Drs. Tony Prihantoro, M.T., S.Sos — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah.
Dra. Hj. Rina Marlina — Kepala Badan Pendapatan Daerah.
Yoga Rukma Gandara, ST., MT — Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
dr. Lia Nurliana, M.M — Kepala Dinas Kesehatan.
Dr. Yunita Nur Fadilla, S.Psi., M.I.P — Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Tata Kelola ASN Diuji Lewat Hasil
Penerapan Manajemen Talenta menjadi bagian dari upaya Pemkab Bandung Barat memperkuat tata kelola ASN berbasis merit dan data.
Komitmen tersebut sebelumnya mendapat apresiasi melalui capaian Peringkat Pertama Implementasi Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) Manajemen ASN Tahun 2026 dari Kantor Regional III BKN Bandung pada 9 September 2026.
Namun, bagi Jeje, penghargaan tersebut bukan alasan untuk berpuas diri.
“Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperbaiki tata kelola ASN. Tetapi yang lebih penting, tata kelola yang baik harus berujung pada peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Kini, tantangan berada di tangan 11 pejabat yang baru dilantik. Mereka dituntut bergerak cepat, beradaptasi, memperkuat kolaborasi dan menyelesaikan persoalan yang masih dihadapi Kabupaten Bandung Barat.
Pesan Jeje sederhana namun tegas: jaga kepercayaan, bekerja dengan integritas dan buktikan dengan hasil.
“Karena pada akhirnya keberhasilan kita diukur dari seberapa besar kerja pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. ***
