Trauma Healing Pasca Longsor Cisarua: Kolaborasi STIKes Budi Luhur Cimahi dan Universitas Budi Luhur Jakarta Hadirkan Pemulihan Psikologis bagi Warga
Bandung Barat — Upaya pemulihan psikologis bagi masyarakat terdampak bencana longsor Cisarua terus dilakukan melalui kegiatan trauma healing yang dilaksanakan pada 2 Mei 2026 di SDN Karya Bakti, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Wilayah ini merupakan salah satu area yang paling terdampak dalam peristiwa longsor pada Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara STIKes Budi Luhur Cimahi dan Universitas Budi Luhur Jakarta dalam rangka Milad ke-50 Yayasan Pambudhi Luhur 1976 serta rangkaian Saresehan Kebudiluhuran ke-XII. Sebanyak kurang lebih 90 warga mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari lansia, anak-anak, remaja, ibu hamil, serta ibu dengan balita.
Untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran, kegiatan dibagi ke dalam tiga kelas utama, yaitu kelas lansia, kelas anak dan remaja, serta kelas ibu hamil dan ibu dengan balita. Rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan tingkat kecemasan, latihan melepaskan stres melalui teknik relaksasi sederhana, serta permainan interaktif yang bertujuan mengembalikan rasa aman, kebersamaan, dan keceriaan peserta.
Narasumber dalam kegiatan ini antara lain Ns. Aan Somana, S.Kp., M.Pd., MNS, Ns. Tri Wahyuningsih, M.Kep, dan Dyeri Susanti, SST., MM., M.Keb, bersama lima dosen lainnya dari STIKes Budi Luhur.
Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Dr. apt. Hardini Tri Indarti, M.Epid selaku Ketua LPPM STIKes Budi Luhur. Turut hadir Sri Wahyuni, S.Pd., M.Kes., Ph.D selaku Ketua STIKes Budi Luhur Cimahi, serta Prof. Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M. sebagai Guru Besar dari Universitas Budi Luhur Jakarta.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua BPD Desa Pasirlangu dan tim Trauma Healing Desa yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Dalam keterangannya, Dr. apt. Hardini Tri Indarti, M.Epid menyampaikan, pihaknya ingin hadir tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan harapan bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami melihat bahwa warga memiliki kekuatan untuk bangkit, dan kami berharap kebersamaan seperti ini dapat terus berlanjut ke depan,” katanya.
Selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Peserta aktif mengikuti setiap sesi, berani mengekspresikan perasaan, serta terlibat dalam berbagai aktivitas kelompok.
Sejumlah warga juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan sebagai bagian dari proses pemulihan yang berkelanjutan.
Selain pelaksanaan trauma healing, tim juga melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak bencana untuk melihat kondisi reruntuhan serta berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Wahyuni, S.Pd., M.Kes., Ph.D dan Prof. Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M. turut berdialog dengan warga, mendengarkan pengalaman mereka selama bencana, serta memberikan dukungan moril.
Kehadiran pimpinan institusi di lokasi terdampak menjadi simbol kepedulian dan komitmen nyata dalam mendampingi masyarakat.
Kegiatan ini ditutup dengan pembagian bantuan sembako kepada peserta sebagai bentuk dukungan tambahan dalam memenuhi kebutuhan dasar pasca bencana.
Sebagai bagian dari peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.
Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan, diharapkan upaya pemulihan psikososial masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya kampus berdampak. ***
