90 % Kepengurusan KONI KBB Masih Wajah Lama
BANDUNG BARAT – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat resmi melantik jajaran pengurus KONI Kabupaten Bandung Barat (KBB) masa bakti 2026-2030 di Aula Yayasan Bina Siswa Madani, Jalan Kolonel Masturi, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Rabu (17/6/2026).
Pelantikan yang mengusung tema “KONI KBB Gaskeun” tersebut dihadiri Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi, Wakil Ketua DPRD KBB, Pipih Supriati dan jajaran, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, Sekda Bandung Barat, Ade Zakir serta jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua KONI Jabar, Prof. Dr Muhammad Dudiana, serta para pengurus cabang olahraga.
Ketua Umum KONI KBB periode 2026-2030, Tobias Ginanjar Sayidina, menegaskan seluruh pengurus yang telah dilantik harus segera membangun soliditas organisasi dan fokus menyusun program kerja menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Menurut Tobias, keberhasilan meningkatkan prestasi olahraga Bandung Barat tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga seluruh cabang olahraga.
“KONI KBB tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan penuh dari Bupati Bandung Barat, Ketua DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen olahraga agar prestasi olahraga Bandung Barat semakin meningkat,” ujarnya.
Tobias mengungkapkan komposisi kepengurusan KONI KBB saat ini didominasi wajah lama dengan persentase mencapai 90 persen. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen melanjutkan program-program positif yang telah dijalankan kepengurusan sebelumnya.
“Sesuai arahan Bupati Bandung Barat, kami harus berkolaborasi dan merangkul semua pihak. Karena itu, 90 persen pengurus merupakan orang-orang lama yang sudah memiliki pengalaman dan rekam jejak dalam membangun olahraga di Bandung Barat,” katanya.
Ia menilai regenerasi kepengurusan tidak harus menghilangkan seluruh unsur lama. Menurutnya, hal-hal yang sudah berjalan baik perlu diteruskan, sementara kekurangan yang masih ada akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.
“Yang sudah baik kita lanjutkan, sedangkan yang belum baik tentu akan kita perbaiki. Dengan pengalaman para pengurus sebelumnya, kami tinggal melanjutkan dan memperkuat fondasi yang sudah ada,” ungkap Tobias.
Dalam kesempatan tersebut, Tobias juga mengungkapkan target ambisius KONI KBB pada ajang Porprov Jabar 2026. Meski sebelumnya Bandung Barat ditargetkan masuk enam besar, ia berharap kontingen KBB mampu menembus posisi lima besar.
“Target resmi mungkin enam besar, tetapi dalam hati kami berharap Bandung Barat bisa meraih lima besar di Porprov Jabar 2026,” katanya optimistis.
Menariknya, Tobias menjelaskan jumlah pengurus KONI KBB yang mencapai 55 orang memiliki filosofi tersendiri.
Ia menyebut angka 55 terinspirasi dari nomor punggung pemain Persib Bandung, Tyronne del Pino, yang dinilai mampu membawa inspirasi bagi kemajuan olahraga Bandung Barat.
“Filosofinya, kami ingin olahraga Bandung Barat bisa mendunia. Angka 55 menjadi simbol semangat dan optimisme bagi seluruh pengurus KONI KBB,” tuturnya.
Tobias pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan olahraga di Kabupaten Bandung Barat.
“Dengan kebersamaan dan kerja sama semua pihak, kami optimistis olahraga Bandung Barat akan semakin maju dan berprestasi,” pungkasnya. ***
