Jeje Sukses Tekan Angka Kemiskinan 9,87%, Pengangguran Menurun 6,60%

BANDUNG BARAT– Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail memaparkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi Bandung Barat tercatat mencapai 5,28 persen atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka kemiskinan Bandung Barat juga berhasil ditekan menjadi 9,87 persen. Sementara tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan menjadi 6,60 persen.

Selain itu, inflasi daerah berhasil dijaga pada angka 2,13 persen, sedangkan rasio gini menurun menjadi 0,364 yang menunjukkan semakin baiknya pemerataan pendapatan masyarakat.

Di sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung Barat meningkat menjadi 71,65 poin.

Peningkatan tersebut mencerminkan membaiknya kualitas pendidikan, kesehatan, dan taraf hidup masyarakat.

Peringatan HUT Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19 menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi pembangunan daerah.

Dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD KBB yang digelar di Gedung putih, Jumat (19/6/2026), Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail memaparkan berbagai capaian pembangunan sekaligus mengakui masih adanya persoalan mendasar yang harus segera dituntaskan.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Bandung Barat, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat, Jeje menegaskan bahwa tantangan utama Kabupaten Bandung Barat saat ini masih berkaitan dengan kemiskinan ekstrem, perluasan lapangan kerja, infrastruktur, lingkungan hidup, dan pemerataan pembangunan.

“Masih ada infrastruktur yang memerlukan penanganan lebih cepat. Masih ada persoalan kemiskinan, kesempatan kerja, lingkungan hidup, dan pemerataan pembangunan yang harus terus kita tuntaskan,” ujar Jeje.

Dalam Sidang Paripurna HUT KBB tersebut, Jeje menyampaikan tema peringatan tahun ini yakni “19 Tahun Kabupaten Bandung Barat: Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja”.

Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bandung Barat 2025-2029, yakni Bandung Barat Amanah yang merupakan akronim dari Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis.

“Ngajaga Amanah berarti menjaga kepercayaan masyarakat melalui integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan kerja keras. Sedangkan Ngawangun Raharja bermakna membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.

Jeje juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga nilai-nilai budaya Sunda dalam menjalankan roda pemerintahan.

Pada sektor infrastruktur KBB, kata Jeje, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat berhasil melakukan penanganan jalan kabupaten sepanjang 36,858 kilometer.

Capaian itu mendorong peningkatan kondisi jalan mantap menjadi 78,80 persen atau melampaui target yang telah ditetapkan.

Di bidang tata kelola keuangan, Pemkab Bandung Barat kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Bandung Barat dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Sementara itu, pada aspek reformasi birokrasi, Kabupaten Bandung Barat memperoleh penilaian Sistem Merit kategori Sangat Baik sebagai indikator meningkatnya manajemen aparatur sipil negara berbasis kompetensi dan kinerja.

Jeje mengatakan, penguatan tata kelola pemerintahan juga terus dilakukan melalui program pencegahan korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Monitoring Center for Prevention (MCP).

Upaya tersebut mencakup pembenahan tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan daerah, pengadaan barang dan jasa, hingga penguatan integritas aparatur.

Meski berbagai indikator pembangunan menunjukkan hasil positif, Jeje menegaskan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tidak boleh berpuas diri.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas dan berdampak langsung terhadap penurunan kemiskinan ekstrem. ***