Serap Aspirasi, Pither Tjuandys Siap Perjuangkan Kebutuhan PBVSI
BANDUNG BARAT– Ketua Umum PBVSI Kabupaten Bandung Barat, Wahyudin atau yang akrab disapa Bos Udin menegaskan, kepengurusan baru berkomitmen membangun organisasi yang solid, transparan, dan fokus pada pembinaan atlet usia dini.
Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah tersedianya sarana latihan yang memadai bagi atlet-atlet muda yang dipersiapkan menjadi generasi penerus olahraga voli di Kabupaten Bandung Barat.
“Hingga saat ini Bandung Barat belum memiliki sarana yang benar-benar layak untuk membina atlet usia dini. Padahal pembinaan membutuhkan tempat latihan yang representatif agar kemampuan atlet bisa berkembang secara maksimal,” ujarnya.
Selain pembinaan, PBVSI juga akan segera melakukan pemanggilan kembali para atlet hasil seleksi. Bahkan, sejumlah atlet yang sebelumnya sempat tercoret akan kembali dievaluasi agar memiliki kesempatan yang sama membela Kabupaten Bandung Barat.
“Kami ingin semuanya berjalan transparan. Atlet yang memiliki potensi harus diberi kesempatan. Penilaian tetap dilakukan oleh pelatih sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.
Bos Udin juga mengungkapkan bahwa kebutuhan perlengkapan seperti seragam latihan dan peralatan olahraga menjadi perhatian serius.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran, baik melalui perubahan anggaran maupun program tahun berikutnya.
Dalam membangun tata kelola organisasi yang sehat, PBVSI KBB juga berencana membuka rekening organisasi agar seluruh pengelolaan keuangan dilakukan secara transparan dan tidak lagi menggunakan rekening pribadi pengurus.
“Kami ingin organisasi ini dikelola secara profesional. Semua pemasukan dan pengeluaran harus transparan sehingga kepercayaan seluruh pengurus maupun atlet tetap terjaga,” tegasnya.
Bos Udin menjelaskan, untuk mengikuti satu kejuaraan saja dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari kebutuhan atlet, ofisial, pelatih, transportasi hingga penyewaan tempat latihan diperkirakan mencapai Rp50 juta hingga Rp60 juta, belum termasuk pengadaan seragam pertandingan.
Karena itu, ia berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah maupun berbagai pihak agar pembinaan atlet tidak terhambat keterbatasan biaya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat yang juga menjalankan fungsi Perencanaan, Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (P3D), Pither Tjuandys, menyatakan siap memperjuangkan berbagai kebutuhan yang disampaikan PBVSI.
Menurutnya, berbagai keluhan mengenai minimnya fasilitas pembinaan akan dibawa dalam pembahasan bersama pemerintah daerah, termasuk kepada Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta KONI Kabupaten Bandung Barat.
“Kami menerima berbagai masukan dari PBVSI, mulai dari kekurangan peralatan, kebutuhan gedung voli hingga pembinaan atlet usia 15 sampai 19 tahun. Semua ini akan kami komunikasikan kepada dinas terkait agar mendapat perhatian,” ujar Pither.
Ia menilai pembangunan fasilitas olahraga menjadi investasi penting bagi masa depan atlet Kabupaten Bandung Barat. Selama ini banyak atlet potensial yang akhirnya memilih membela daerah lain karena fasilitas latihan dan pembinaan dinilai lebih baik.
“Potensi atlet voli Bandung Barat sebenarnya sangat besar. Jangan sampai mereka direkrut kabupaten atau kota lain hanya karena kita belum mampu menyediakan fasilitas yang memadai,” katanya.
Pither menambahkan, usulan pembangunan gedung voli dan peningkatan sarana olahraga akan menjadi salah satu aspirasi yang akan diperjuangkan dalam pembahasan program pemerintah daerah.
Ia berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, KONI, dan PBVSI dapat menghasilkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada pembinaan olahraga prestasi.
Dengan kepengurusan baru yang mulai terbentuk, PBVSI Kabupaten Bandung Barat optimistis mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
Namun, cita-cita tersebut membutuhkan dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan, baik dalam bentuk fasilitas, pembinaan berkelanjutan, maupun penghargaan yang layak bagi atlet yang telah mengharumkan nama Kabupaten Bandung Barat.***
