Putra Daerah Jangan Jadi Penonton di Tanah Sendiri

BANDUNG BARAT – Aktivis muda pemerhati kebijakan publik dan politik Jawa Barat, Arie Somantri, meminta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memberikan ruang yang lebih besar kepada putra-putri daerah untuk terlibat langsung dalam pembangunan.

Arie menilai, pembangunan KBB harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Menurutnya, masyarakat, pengusaha, tenaga kerja, dan berbagai elemen lokal tidak boleh hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.

“Saya melihat Pemerintah KBB telah bekerja keras membangun daerah ini. Banyak hal yang sudah berjalan. Namun, saya ingin menyampaikan secara jujur dan terbuka, mari kita libatkan putra-putri KBB, warga masyarakat KBB, untuk turut serta membangun daerahnya sendiri,” ujar Arie.

Menurutnya, masyarakat yang lahir dan tumbuh di KBB memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap daerahnya. Karena itu, keterlibatan masyarakat lokal harus menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan.

Arie tidak mempersoalkan keterlibatan pihak dari luar daerah. KBB, kata dia, tetap harus terbuka terhadap kerja sama, investasi, tenaga ahli, dan berbagai pihak yang ingin berkontribusi.


Namun, keterbukaan tersebut jangan sampai membuat masyarakat lokal kehilangan kesempatan.

“Jangan sampai KBB dibangun oleh orang luar, sementara anak daerahnya sendiri hanya menjadi penonton. Kita tidak menolak orang lain. Kita terbuka untuk bekerja sama. Tetapi putra daerah juga harus diberikan kesempatan yang adil,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah memastikan pengusaha lokal, tenaga kerja lokal, serta elemen masyarakat KBB mendapat ruang dalam perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan pembangunan.

Arie juga mengingatkan agar pemerintah tidak membuat kebijakan yang justru menimbulkan kontroversi dan bertentangan dengan kebutuhan masyarakat.

“Buat kebijakan yang pro masyarakat dan tepat sasaran. Jangan membuat kebijakan yang justru menimbulkan kontroversi dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Arie menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara eksekutif dan legislatif sebagai dua unsur penting dalam menentukan arah kebijakan daerah.

Menurutnya, kebijakan yang dihasilkan eksekutif dan legislatif akan berdampak langsung terhadap tata kelola pemerintahan, produktivitas, kondusivitas, serta stabilitas politik, sosial, dan ekonomi masyarakat KBB.

“Eksekutif dan legislatif sebagai penentu kebijakan harus selaras dan bekerja sama dengan baik demi mewujudkan visi dan misi Bandung Barat, yaitu AMANAH, AGAMIS, MAJU, ADAPTIF, NYAMAN, ASPIRATIF, dan HARMONIS,” ujarnya.

Arie meminta berbagai persoalan yang telah terjadi di KBB tidak dijadikan alasan untuk saling menyalahkan. Sebaliknya, seluruh kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama.

“Jadikan kejadian-kejadian yang telah terjadi di KBB sebagai bahan evaluasi bersama antara eksekutif, legislatif dan unsur lainnya. Mari mulai dari hati yang baik, pikiran yang jernih, dan semangat untuk memperbaiki KBB,” katanya.

Arie menegaskan, pembangunan bukan sekadar mengejar selesainya proyek. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat KBB ikut mendapatkan manfaat dan memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam pembangunan.

“Mari bangun KBB bersama putra-putrinya sendiri, dengan rasa memiliki yang tulus, demi masa depan yang lebih baik untuk masyarakat Bandung Barat,” pungkas Arie Somantri. ****