Bupati Jeje: “Jangan Pernah Memaknai Jabatan Sebagai Simbol Kehormatan”

BANDUNG BARAT – Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan terhadap 118 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Kamis (30/7/2026). Selain itu, Bupati juga memberikan penugasan kepada 112 guru sebagai kepala sekolah.

Pejabat yang dilantik terdiri dari 2 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 56 Pejabat Administrator, serta 60 Pejabat Fungsional yang meliputi 25 tenaga kesehatan, 2 guru, dan 33 tenaga teknis.

Dalam sambutannya, Jeje Richie Ismail menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk memperkuat kapasitas birokrasi serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pelantikan ini bukan sekadar perpindahan jabatan, melainkan perpindahan amanah dan tanggung jawab. Jangan pernah memaknai jabatan sebagai simbol kehormatan. Jadikanlah jabatan sebagai ruang pengabdian dan ruang pembuktian untuk menghadirkan kinerja terbaik bagi organisasi dan pelayanan publik,” tegas Jeje.

Menurutnya, seluruh tahapan pelantikan telah dilaksanakan sesuai Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Manajemen Aparatur Sipil Negara serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jeje juga mengingatkan bahwa kepercayaan yang diterima para pejabat tidak diukur dari tinggi rendahnya jabatan, melainkan dari kemampuan menjalankan amanah dengan integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.

Ia mengakui bahwa keputusan terkait pengangkatan, mutasi, maupun promosi jabatan tidak selalu dapat memenuhi harapan semua pihak. Namun, setiap kebijakan diambil dengan mempertimbangkan kepentingan organisasi, kebutuhan pelayanan publik, dan keberlangsungan pembangunan daerah.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berkomitmen memperkuat penerapan sistem merit dalam manajemen ASN secara konsisten, objektif, transparan, dan akuntabel agar setiap ASN memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang dan berprestasi.

Selain menekankan pentingnya integritas dan kinerja, Bupati juga menyoroti makna loyalitas yang harus dimiliki setiap ASN.

“Loyalitas yang saya maksud bukan kepada individu, melainkan kepada negara, amanah jabatan, visi dan misi pembangunan daerah, serta kepentingan publik. Loyalitas diukur dari keberanian bekerja secara benar dan menjaga integritas,” ujarnya.

Jeje menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi aparatur yang menyalahgunakan amanah jabatan atau lebih mengutamakan kepentingan pribadi maupun kelompok dibandingkan kepentingan organisasi dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh ASN untuk membangun birokrasi yang adaptif, profesional, kolaboratif, inklusif, dan berorientasi pada hasil. Ia juga mendorong aparatur untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jangan mempersulit sesuatu yang dapat dipermudah. Jangan memperlambat sesuatu yang dapat dipercepat. Masyarakat tidak menunggu alasan, melainkan menunggu hasil nyata dari kerja kita,” pesannya.

Menutup sambutannya, Jeje mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik dan para guru yang menerima penugasan sebagai kepala sekolah. Ia berharap seluruh amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi mewujudkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang semakin profesional, adaptif, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat. ***