Disdik KBB Siapkan Rp40 Miliar untuk Benahi Sekolah, 182 Ruang Kelas Direhab
BANDUNG BARAT — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan terus dikebut. Tahun ini, Dinas Pendidikan KBB menyiapkan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk rehabilitasi ruang kelas, pengadaan mebel serta sarana pendukung sekolah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan KBB, Edy Syafrudin, S.Pd., M.A.P, mengatakan sedikitnya 182 ruang kelas jenjang SD dan SMP menjadi prioritas rehabilitasi tahun ini.
“Untuk tahun ini kita merehab 182 ruang kelas. Rinciannya, 134 ruang kelas SD di 80 sekolah dan sekitar 34 ruang kelas SMP di 18 sekolah,” ujar Edy.
Untuk rehabilitasi ruang kelas, anggaran yang disiapkan mencapai Rp20 miliar, terdiri dari Rp14 miliar untuk jenjang SD dan Rp6 miliar untuk SMP.
Menurut Edy, proses pekerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada September 2026 setelah tahapan perencanaan rampung.
Selain rehabilitasi ruang kelas, Disdik KBB juga mengalokasikan sekitar Rp12 miliar untuk pengadaan mebel dan sekitar Rp7 miliar untuk sarana pendukung lainnya.
“Kalau ditotal, pengadaan barang dan jasa di Disdik KBB sekitar Rp40 miliar. Itu belum termasuk program revitalisasi karena saat ini masih dalam tahap pendataan sekolah yang akan mendapat program tersebut,” katanya.
Edy menyebut kerusakan ruang kelas yang menjadi sasaran rehabilitasi didominasi kategori rusak ringan. Sementara untuk kategori rusak berat, jumlahnya sekitar 40 ruang kelas dan lebih banyak ditemukan pada jenjang SD.
MCK SMPN 2 Ngamprah Jadi Perhatian
Khusus untuk fasilitas MCK di SMPN 2 Ngamprah, Disdik KBB tengah mengupayakan perbaikan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi sehingga MCK di sekolah ini bisa menjadi lebih baik,” kata Edy.
Ia menegaskan pihak sekolah terlebih dahulu diminta menindaklanjuti sejumlah catatan hasil monitoring. Setelah itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail akan datang langsung untuk melihat perkembangan perbaikan sekolah.
“Pak Bupati nanti akan berkunjung ke SMPN 2 Ngamprah untuk melihat hasil atensi yang kami berikan. Apakah sudah dilaksanakan oleh pihak sekolah atau belum,” tegasnya.
Monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab KBB memastikan pembenahan sekolah tidak berhenti pada laporan, tetapi benar-benar diwujudkan di lapangan.
Disdik KBB menargetkan seluruh program perbaikan dapat berjalan sesuai perencanaan. Sementara jumlah sekolah yang nantinya masuk program revitalisasi akan diketahui setelah proses pendataan dan kalkulasi selesai. ***
