KDM Minta Jeje Tegas, Kasus PPPK Live TikTok Diduga Bahas Fee 1 Persen Disorot
BANDUNG BARAT – Aksi seorang pegawai PPPK Kabupaten Bandung Barat (KBB), IYP, yang melakukan live TikTok saat jam kerja mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu menilai aktivitas tersebut tidak pantas dilakukan seorang pegawai pemerintah saat jam kerja. Terlebih, dalam percakapan saat live TikTok, IYP diduga membahas soal persentase atau fee dari suatu pekerjaan.
“Dari penglihatan saya, bukan untuk membangun transparansi, tetapi ingin memperlihatkan style personal,” ujar KDM dalam video yang diunggah melalui media sosial.
Menurut KDM, pembicaraan mengenai berapa persen bagian yang diperoleh dari suatu pekerjaan menjadi persoalan serius apabila dikaitkan dengan tugas dan fungsi seorang pegawai pemerintah.
Ia menilai hal tersebut harus diperiksa secara terbuka karena menyangkut tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah.
“Saya lihat ini bidangnya pendapatan dan saya sudah minta kepada Bupati, Bapak Jeje, agar melakukan tindakan tegas dengan melakukan pemeriksaan secara terbuka,” kata KDM.
KDM menegaskan, sanksi terhadap IYP harus diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan. Jika nantinya ditemukan pelanggaran berat, termasuk dugaan penyalahgunaan kewenangan, maka sanksi tegas harus dijatuhkan.
“Andai kata pun harus dilakukan pemberhentian, lakukanlah demi menjaga marwah Pemerintah Kabupaten Bandung Barat,” tegasnya.
KDM mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat membutuhkan pegawai yang memiliki tanggung jawab dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Karena itu, ia meminta Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail tidak ragu mengambil tindakan apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran.
“Buat Pak Jeje bersikap tegas, jangan pernah ragu,” pungkas KDM.****
