Kepsek SMPN 2 Ngamprah: Perbaikan Sekolah Diusulkan, Perawatan Ditangani dari Dana BOS

BANDUNG BARAT — Kepala SMPN 2 Ngamprah, Agus Samsu Permana, mengatakan pihak sekolah terus mengusulkan perbaikan sarana dan prasarana melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), terutama untuk kerusakan yang dinilai membutuhkan penanganan lebih besar.

Agus mengakui, SMPN 2 Ngamprah sebelumnya masuk dalam daftar 24 sekolah yang diusulkan mendapat bantuan perbaikan pada 2025. Namun, usulan tersebut belum terealisasi.

“Selama bangunan masih nyaman untuk pembelajaran, kami melihat mana yang paling urgen untuk diusulkan melalui Dapodik. Tahun 2025 kami termasuk yang diusulkan, tetapi belum mendapat bantuan. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi,” kata Agus.

Menurutnya, kerusakan ringan tetap ditangani menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Anggaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, seperti perbaikan tempat duduk, kunci pintu, dan fasilitas kecil lainnya.

“Untuk perawatan sudah kami anggarkan melalui BOS. Kalau skalanya kecil, seperti tempat duduk atau kunci rusak, masih bisa kami fasilitasi,” ujarnya.

Agus juga membantah anggapan bahwa perbaikan sekolah baru dilakukan setelah kondisi tersebut ramai atau viral. Ia menegaskan, sejumlah kebutuhan perawatan sebenarnya telah masuk dalam program sekolah.

“Bukan karena mau diviralkan. Kebetulan saja momennya bersamaan. Semua objek yang ada sudah kami programkan untuk perawatan,” katanya. ****