Pernah Juara Adiwiyata Nasional, SMPN 2 Ngamprah Kini Memprihatinkan, Bupati Soroti Dana BOS

BANDUNG BARAT – Kondisi SMP Negeri 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, menjadi sorotan setelah sekolah yang pernah menyandang predikat Juara 1 Adiwiyata tingkat nasional itu kini ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail mengaku prihatin dengan kondisi bangunan ruang sekolah SMPN 2 Ngamprah banyak yang rusak parah. Ft ist

Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan. Tiga ruang kelas masuk kategori rusak sedang hingga berat.

Sejumlah toilet tidak berfungsi dan dinilai tidak layak digunakan. Kondisi papan tulis juga kurang baik, sementara kebersihan lingkungan sekolah belum terjaga sebagaimana mestinya.

Kondisi tersebut membuat Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mempertanyakan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya untuk kebutuhan pemeliharaan fasilitas sekolah.

“Padahal sekolah ini pernah juara 1 Adiwiyata tingkat nasional. Kenapa bisa sampai seperti ini? Ke mana dana BOS-nya?” tegas Jeje saat melakukan sidak ke SMPN 2 Ngamprah bersama Komisi IV DPRD KBB, Senin 24 Agustus 2026.

Menurutnya, kerusakan fasilitas sekolah semestinya dapat diminimalkan apabila pemeliharaan dilakukan secara rutin. Ia menilai kerusakan ringan tidak seharusnya dibiarkan hingga berkembang menjadi kerusakan sedang bahkan berat.

“Kita harus lihat pengelolaannya. Harusnya dengan pemeliharaan ringan, hal ini tidak akan terjadi sampai seperti sekarang,” ujarnya.

Jeje mengatakan, pihaknya telah meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk turun langsung melakukan pengecekan dan melaporkan kondisi SMPN 2 Ngamprah.

Dari hasil peninjauan tersebut, pemerintah daerah memastikan tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan telah masuk dalam daftar prioritas perbaikan. Anggarannya telah disiapkan melalui perubahan APBD tahun ini.

Tak hanya ruang kelas, persoalan toilet juga akan segera ditangani. Pemkab Bandung Barat menggandeng REI Jawa Barat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) untuk melakukan rehabilitasi toilet atau MCK di sekolah tersebut.

“Untuk toilet, alhamdulillah kita dibantu CSR dari REI Jawa Barat melalui Pak Norman. Semua perbaikan toilet akan dilakukan oleh mereka,” kata Jeje.

Dengan langkah tersebut, Pemkab KBB berharap kondisi SMPN 2 Ngamprah dapat segera kembali layak dan nyaman digunakan para siswa.

Namun, perbaikan fisik bukan satu-satunya persoalan yang perlu diselesaikan. Sorotan terhadap pengelolaan dana BOS menjadi catatan penting agar kondisi serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Pasalnya, sekolah yang pernah menjadi kebanggaan hingga meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional tersebut semestinya mampu mempertahankan kualitas lingkungan dan fasilitasnya melalui pemeliharaan yang dilakukan secara berkelanjutan. ***